Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai saat Traveling ke Maroko

4 Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai saat Traveling ke Maroko
ilustrasi suasana di Maroko (unsplash.com/Jimmy Hassa)
Share Article

Siapa yang berencana ke Maroko dalam waktu dekat, nih? Negara tersebut diprediksi akan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara setelah diumumkan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030.

Namun, meski aman untuk solo traveling, ada beberapa modus penipuan yang wajib diwaspadai saat liburan ke sana. Terutama saat berada di tempat ramai hingga gang-gang sempit di Medina atau kota tua. Kalau lengah, kamu bisa menjadi incaran oknum yang suka memanfaatkan situasi.

Agar terhindar, tidak ada salahnya untuk mengetahui "rahasianya" terlebih dulu. Berikut ini sederet modus penipuan yang wajib diwaspadai saat solo traveling ke Maroko.

1. Jalan yang ditutup

Marrakesh, Maroko
Marrakesh, Maroko (unsplash.com/Annie Spratt)

Medina atau kota tua sering kali menjadi destinasi favorit wisatawan mancanegara saat solo traveling, lho. Di sana, terdapat banyak riad atau penginapan tradisional khas Maroko dengan harga terjangkau. Namun, letaknya di dalam gang-gang sempit dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Situasi itu sering dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk melakukan penipuan. Kamu mungkin akan bertemu dengan orang yang berteriak bahwa jalan di depan ditutup karena acara keagamaan atau perbaikan. Lalu, ia akan memaksa untuk mengantarkanmu ke tujuan dengan menuntut bayaran tinggi.

Sebaiknya, abaikan saja dan terus berjalan. Alternatif lainnya adalah sebelum mengeksplor Medina, pastikan kamu telah mencatat titik-titik yang menjadi patokan lokasi yang ingin dituju atau mengunduh peta offline di smartphone karena di gang-gang sempit biasanya sinyal sangat sulit dan mudah hilang.

2. Tawaran minum teh

ilustrasi budaya minum teh di Maroko
ilustrasi budaya minum teh di Maroko (unsplash.com/Mohamed Abira)

Sama halnya dengan Indonesia, Maroko juga memiliki budaya ngeteh. Bahkan, saat solo traveling ke sana, mungkin akan banyak penduduk lokal yang menawarimu mint tea, teh khas Maroko, saat sedang jalan-jalan. Namun, tawaran tersebut tidak boleh sembarangan diterima. Apalagi, jika kamu berada di souk atau pasar tradisional.

Biasanya, banyak pemilik toko atau pedagang kaki lima akan bersikap sangat ramah, seperti mengajak berbincang lama, menyajikan mint tea, hingga memberikan suvenir kecil secara cuma-cuma. Situasi ini akan membuatmu berutang budi secara psikologis, sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak perlu.

3. Argo mati saat naik taksi

ilustrasi layanan taksi di luar negeri
ilustrasi layanan taksi di luar negeri (unsplash.com/Waldemar Brandt)

Saat solo traveling ke Maroko, sebaiknya gunakan transportasi umum untuk menghemat bujet dan terhindar dari berbagai modus penipuan. Jika harus naik taksi, pesan secara online lewat aplikasi atau pastikan argometer menyala sebelum naik. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membuat kesepakatan harga di awal dengan sang sopir.

Jika sopir menolak menyalakan argometer atau mematok tarif yang tinggi, tolak secara halus dalam bahasa Inggris atau buat gestur menolak yang sopan. Modus penipuan seperti ini biasanya sering ditemui di stasiun dan bandara dengan target wisatawan mancanegara yang baru tiba di Maroko dan tidak fasih berbahasa Arab atau Prancis.

4. Tur gratis

Maroko
Maroko (unsplash.com/Esteban Palacios Blanco)

Siapa yang sepakat dengan pepatah "Tidak ada yang gratis di dunia ini?" Terapkan pepatah tersebut saat solo traveling di Maroko. Ketika mengeksplor alun-alun Marrakesh atau jalan-jalan di pasar tradisional, jangan tergiur dengan penawaran tur gratis ke toko pengolahan kulit yang membuat barang-barang seperti karpet, jaket, hingga suvenir.

Saat bertemu, langsung tolak dengan sopan sambil mengatakan "La, Shukran" atau "Tidak, terima kasih." Jika menerima tawaran tur gratis ini, kamu akan dipaksa untuk membeli hasil kerajinan mereka dengan harga tinggi. Kalau memang ingin melihat proses pembuatan karpet hingga jaket kulit di Maroko, gunakan tour guide resmi yang berlisensi.

Namun, tentunya Maroko tidak seseram yang kamu bayangkan. Karena mayoritas penduduk lokal adalah muslim, banyak dari mereka juga sangat ramah yang berakar kuat pada budaya islam yang mengutamakan penghormatan pada tamu. Jadi, Maroko masih menjadi destinasi yang cocok untuk solo traveling. Yuk, segera agendakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More