Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Kota Lama Semarang Jadi Spot Foto Favorit Saat Libur Lebaran?

Mengapa Kota Lama Semarang Jadi Spot Foto Favorit Saat Libur Lebaran?
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/Djunaidibd)
Intinya Sih
  • Kota Lama Semarang jadi favorit saat Lebaran karena bangunan kolonialnya menciptakan latar foto unik dan berkarakter, menarik banyak wisatawan untuk berfoto atau berjalan santai bersama keluarga.
  • Letaknya strategis di jalur Pantura membuat Kota Lama mudah dijangkau pemudik yang ingin singgah sejenak, beristirahat, dan menikmati suasana klasik tanpa perlu waktu lama.
  • Revitalisasi kawasan dengan jalur pedestrian luas serta hadirnya kafe heritage dan pencahayaan malam yang fotogenik menjadikan pengalaman wisata Lebaran di Kota Lama semakin nyaman dan estetik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Libur panjang selalu membuat banyak orang mencari tempat singgah yang menarik selama perjalanan pulang kampung maupun setelah berkumpul bersama keluarga, dan di momen itulah wisata Lebaran sering diarahkan ke lokasi yang mudah dijangkau sekaligus memiliki suasana berbeda. Di Semarang, kawasan Kota Lama hampir selalu dipadati pengunjung setiap musim libur Idulfitri.

Banyak keluarga, wisatawan dari luar kota, hingga perantau yang pulang kampung menyempatkan diri mampir hanya untuk berfoto atau sekadar berjalan santai.. Berikut beberapa alasan yang membuat kawasan ini selalu ramai saat musim libur tiba.

1. Bangunan kolonial di kota lama membuat foto terlihat berkarakter

Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/Djunaidibd)

Kota Lama Semarang berada di pusat Kota Semarang, Jawa Tengah, dan kawasan ini dikenal sebagai area peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri sejak abad ke-18. Deretan bangunan tua dengan jendela besar, pintu kayu tinggi, serta dinding berwarna pastel menciptakan latar foto yang jarang ditemukan di kota lain. Banyak orang datang pada pagi atau sore hari karena cahaya matahari pada jam tersebut membuat tekstur bangunan terlihat lebih jelas dalam foto. Itulah sebabnya area sekitar Gereja Blenduk, Jalan Letjen Suprapto, hingga Taman Srigunting hampir selalu dipenuhi pengunjung yang membawa kamera atau ponsel.

Keunikan arsitektur tersebut membuat hasil foto terasa berbeda dibandingkan lokasi wisata biasa seperti taman kota atau pusat perbelanjaan. Banyak pengunjung memanfaatkan dinding bangunan tua sebagai latar foto keluarga setelah salat Idulfitri atau setelah berkumpul bersama kerabat. Tidak sedikit juga yang sengaja datang mengenakan pakaian bernuansa klasik agar foto terlihat selaras dengan suasana kawasan. Cara sederhana ini membuat Kota Lama terasa seperti studio foto terbuka yang bisa dinikmati siapa saja tanpa perlu biaya mahal.

2. Lokasi kota lama dekat jalur utama mudik pantura

Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/@centraljawa)

Salah satu alasan kawasan ini selalu ramai saat Lebaran berkaitan dengan letaknya yang strategis di jalur Pantura, jalur utama yang menghubungkan kota-kota besar di Pulau Jawa. Banyak pemudik dari Jakarta menuju Surabaya atau sebaliknya melewati Semarang, sehingga Kota Lama sering dijadikan tempat berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Dari Stasiun Semarang Tawang jaraknya hanya beberapa menit berjalan kaki, sementara dari Jalan Pantura pengunjung dapat mencapainya dengan kendaraan dalam waktu singkat.

Kondisi ini membuat Kota Lama menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang tidak memiliki banyak waktu. Setelah perjalanan panjang, orang bisa turun dari kendaraan, berjalan santai di sekitar taman, lalu mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan. Banyak keluarga memanfaatkan momen ini untuk meregangkan tubuh sekaligus menikmati suasana kota sebelum kembali ke jalan. Praktis, dekat, dan mudah dijangkau menjadi alasan kuat mengapa tempat ini selalu masuk daftar singgah saat musim mudik.

3. Area pejalan kaki yang luas membuat wisata lebaran lebih santai

Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/Ivuvisual)

Pemerintah Kota Semarang melakukan revitalisasi besar pada kawasan Kota Lama beberapa tahun terakhir, salah satunya dengan memperluas jalur pedestrian. Trotoar yang lebar memudahkan pengunjung berjalan kaki tanpa harus khawatir dengan kendaraan yang melintas. Saat libur Lebaran, banyak keluarga memilih berjalan santai dari satu sudut ke sudut lain sambil menikmati suasana bangunan tua yang tertata rapi. Area ini juga cukup ramah bagi anak-anak maupun orang tua yang ingin berjalan perlahan.

Kenyamanan berjalan kaki membuat aktivitas foto terasa lebih fleksibel karena pengunjung dapat berhenti di berbagai titik menarik. Beberapa sudut populer berada di depan Gereja Blenduk, di sekitar Taman Srigunting, serta di deretan bangunan klasik di Jalan Letjen Suprapto. Banyak orang memanfaatkan kursi taman atau lampu jalan bergaya klasik sebagai elemen tambahan dalam foto. Tanpa perlu terburu-buru, pengunjung dapat menikmati kawasan ini sambil mencari sudut gambar yang paling menarik.

4. Banyak kafe heritage menjadi tempat istirahat setelah berfoto

Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/Bahnfrend)

Setelah berjalan mengelilingi kawasan, banyak pengunjung biasanya mencari tempat duduk untuk beristirahat. Kota Lama memiliki sejumlah kafe yang menempati bangunan tua yang telah direnovasi tanpa menghilangkan bentuk aslinya. Interior kayu, jendela besar, serta langit-langit tinggi membuat suasana di dalam kafe tetap terasa klasik. Tempat seperti ini sering dipilih keluarga yang ingin menikmati minuman atau makanan ringan setelah berkeliling.

Keberadaan kafe juga membuat kunjungan tidak hanya berhenti pada aktivitas berfoto. Pengunjung dapat duduk sambil menikmati kopi, es krim, atau hidangan ringan khas Semarang sebelum kembali berjalan di sekitar kawasan. Banyak wisatawan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunggah foto perjalanan mereka ke media sosial. Kombinasi antara tempat duduk nyaman dan suasana heritage membuat waktu singgah terasa lebih santai.

5. Lampu kota pada malam hari membuat suasana foto berbeda

Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang (commons.wikimedia.org/Bahnfrend)

Kota Lama tidak hanya ramai pada siang hari, tetapi juga setelah matahari terbenam. Lampu jalan bergaya klasik yang menyala pada malam hari membuat suasana kawasan terasa lebih hangat dan fotogenik. Banyak pengunjung datang setelah makan malam bersama keluarga untuk berjalan santai sambil menikmati udara malam Semarang. Cahaya lampu yang memantul pada dinding bangunan tua sering menjadi latar foto favorit.

Suasana malam memberi pengalaman berbeda dibandingkan kunjungan siang hari. Pengunjung dapat mengambil foto dengan nuansa cahaya yang lebih dramatis tanpa harus mencari lokasi jauh dari pusat kota. Beberapa fotografer bahkan sengaja datang malam hari untuk menangkap suasana Kota Lama yang lebih tenang. Perbedaan atmosfer ini membuat kawasan tersebut tetap menarik dikunjungi pada berbagai waktu selama libur Lebaran.

Kawasan bersejarah ini memperlihatkan bagaimana ruang kota lama dapat berubah menjadi tujuan wisata Lebaran yang ramai tanpa kehilangan identitasnya. Perpaduan arsitektur klasik, lokasi strategis, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta tempat makan yang menarik membuat banyak orang betah berlama-lama di sini. Jika sedang berada di Semarang saat masa libur Idulfitri, apakah Kota Lama juga masuk daftar tempat yang ingin kamu kunjungi?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Travel

See More