Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pesawat Mendarat Darurat, Penumpang Wajib Lakukan Ini!
Potret pesawat landing (unsplash.com/Pascal Meier)
  • Boeing 737 Sepehran Airlines rute Mashhad-Kermanshah kembali mendarat darurat di Mashhad pada 15 September 2026 akibat masalah teknis; guncangan membuat panel plafon kabin terlepas.
  • Saat darurat, penumpang perlu tetap tenang, memasang sabuk pengaman dengan benar, mengikuti posisi perlindungan bila diminta, serta mematuhi seluruh instruksi awak kabin.
  • Kenali pintu keluar sejak awal, tinggalkan barang dan jangan merekam saat evakuasi; ikuti jalur aman, tetap rendah bila berasap, menjauh dari pesawat, dan jangan kembali masuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Situasi darurat di dalam pesawat bisa terjadi tanpa banyak waktu untuk kita bersiap. Salah satunya seperti yang dialami penumpang Boeing 737 milik Sepehran Airlines baru-baru ini. Pesawat yang terbang dari Mashhad menuju ke Kermanshah, Iran, ini mengalami masalah teknis tak lama setelah lepas landas pada Selasa (15/9/2026), sehingga harus kembali ke Mashhad untuk pendaratan darurat.

Dalam proses tersebut, pesawat mengalami guncangan hebat hingga sebagian panel plafon kabin terlepas dan jatuh ke area penumpang. Video yang dirilis kantor berita Iran, Akharin Khabar, memperlihatkan bagian panel interior yang terlepas hingga struktur bagian dalam pesawat terlihat.

Meski kondisi seperti ini tergolong jarang terjadi, penumpang tetap perlu memahami apa yang harus dilakukan ketika pesawat mengalami keadaan darurat. Lantas, apa saja yang sebaiknya dilakukan penumpang saat pesawat harus melakukan pendaratan darurat? Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Tetap tenang dan dengarkan instruksi awak kabin

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang dan memperhatikan instruksi dari awak kabin. Pramugari dan pramugara telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani keadaan darurat, termasuk prosedur evakuasi.

Jangan mengambil keputusan sendiri, terutama ketika awak kabin sedang memberikan arahan. Jika penumpang diminta tetap duduk, tetaplah di tempat dan kenakan sabuk pengaman. Jika diminta bersiap untuk evakuasi, segera ikuti instruksi tersebut.

Federal Aviation Administration (FAA) juga menekankan pentingnya memperhatikan pengarahan keselamatan sebelum penerbangan, serta mengikuti instruksi awak pesawat ketika terjadi keadaan darurat.

2. Pastikan sabuk pengaman terpasang dengan benar

Potet sabuk pengaman pesawat (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Saat pesawat menghadapi gangguan atau akan melakukan pendaratan darurat, pastikan sabuk pengaman tetap terpasang dengan erat. Sabuk pengaman dirancang untuk menahan tubuh, agar tidak terlempar saat pesawat mengalami guncangan atau benturan.

FAA menyarankan penumpang mengenakan sabuk pengaman saat duduk, terutama selama fase penerbangan yang membutuhkan perhatian lebih terhadap keselamatan. Sabuk sebaiknya terpasang rendah dan cukup erat di bagian pinggul.

Jika awak kabin meminta penumpang mengambil posisi tertentu sebelum mendarat, ikuti instruksi tersebut. Posisi perlindungan atau brace position merupakan bagian dari prosedur keselamatan yang diajarkan dalam penerbangan.

3. Kenali pintu darurat terdekat

Jangan menunggu sampai keadaan darurat terjadi untuk mencari tahu lokasi pintu keluar. Sejak awal penerbangan, perhatikan demonstrasi keselamatan dan kartu keselamatan yang biasanya tersedia di kantong kursi.

FAA menyarankan penumpang menghitung jumlah baris kursi antara tempat duduk dan pintu keluar terdekat, baik yang berada di depan maupun di belakang. Hal ini penting karena kondisi kabin saat keadaan darurat bisa berbeda dari situasi normal, misalnya ketika kabin dipenuhi asap atau pencahayaan berkurang.

Dengan mengetahui lokasi pintu keluar, penumpang tetap memiliki gambaran mengenai jalur evakuasi meskipun pandangan terbatas.

4. Jangan membawa koper saat diminta evakuasi

Potret kabin pada pesawat (pexels.com/K)

Jika awak kabin memerintahkan evakuasi, tinggalkan seluruh barang bawaan di dalam pesawat. Jangan berhenti untuk mengambil tas dari kompartemen atas, koper kabin, atau barang pribadi lainnya.

FAA menegaskan membawa barang saat evakuasi dapat memperlambat proses keluar dari pesawat. Barang bawaan juga dapat menghalangi lorong, merusak seluncuran evakuasi, dan meningkatkan risiko cedera.

Dalam situasi seperti ini, keselamatan harus menjadi prioritas. Barang yang tertinggal dapat diganti, sedangkan waktu saat evakuasi sangat terbatas.

5. Ikuti jalur menuju ke pintu keluar yang aman

Saat evakuasi, jangan otomatis menuju ke pintu yang paling dekat dengan tempat duduk. Perhatikan arahan awak kabin dan gunakan pintu keluar yang dinyatakan aman.

Dalam keadaan darurat, salah satu sisi pesawat bisa saja tidak dapat digunakan. Kabin juga mungkin gelap atau dipenuhi asap, sehingga penumpang perlu mengikuti lampu penunjuk jalur evakuasi serta arahan kru.

Jika harus menggunakan seluncuran evakuasi, ikuti instruksi kru dengan saksama. Setelah keluar dari pesawat, segeralah menjauh dari badan pesawat dan ikuti arahan petugas di darat.

6. Jangan berhenti untuk merekam kejadian

Potret kabin pesawat (unsplash.com/Gerrie van der Walt)

Situasi darurat bukan waktu yang tepat untuk mengambil foto atau video. Meskipun kejadian yang dialami terasa menegangkan dan ingin didokumentasikan, penggunaan ponsel untuk merekam dapat menghambat pergerakan penumpang lain.

FAA secara khusus mengingatkan penumpang untuk tidak berhenti mengambil gambar ketika proses evakuasi berlangsung. Fokuslah pada jalur keluar dan instruksi awak kabin sesegera mungkin.

7. Jika terjadi asap, tetap rendah dan menjauh dari sumbernya

Asap dapat mengurangi jarak pandang sekaligus mengganggu pernapasan. Jika kabin dipenuhi asap, usahakan tetap berada serendah mungkin dan bergerak menjauh dari sumber asap menuju ke pintu keluar yang aman.

FAA juga menyarankan penggunaan kain atau tisu basah untuk menutupi hidung dan mulut apabila terdapat asap, sembari tetap bergerak menuju area yang lebih aman. Namun, jangan sampai tindakan tersebut membuat penumpang berhenti terlalu lama. Prioritas utama tetap mengikuti jalur evakuasi dan instruksi awak kabin.

8. Jangan kembali ke dalam pesawat setelah berhasil keluar

Potret penumpang pesawat (pexels.com/Asad Photo Maldives)

Setelah berhasil melakukan evakuasi, segera menjauh dari pesawat dan jangan kembali mengambil barang yang tertinggal. Penumpang perlu tetap berada di area yang diarahkan petugas sampai situasi dinyatakan aman.

FAA secara tegas mengingatkan penumpang tidak kembali ke pesawat yang sedang terbakar atau berada dalam kondisi berbahaya. Jika ada anggota keluarga atau teman yang belum keluar, beri tahu petugas atau kru. Jangan kembali masuk ke kabin dan membahayakan diri sendiri.

9. Perhatikan pengarahan keselamatan sejak sebelum lepas landas

Persiapan terbaik sebenarnya dilakukan sebelum pesawat menghadapi keadaan darurat. Jangan mengabaikan demonstrasi keselamatan, meskipun sudah sering bepergian naik pesawat terbang.

Perhatikan lokasi pintu darurat, sabuk pengaman, masker oksigen, pelampung, serta kartu keselamatan. EASA juga memasukkan prosedur seperti posisi perlindungan, penggunaan perlengkapan evakuasi, lokasi jalur keluar, dan tindakan dalam keadaan darurat sebagai bagian dari informasi keselamatan penumpang.

Dengan memahami prosedur tersebut sejak awal, penumpang tidak perlu mencari tahu apa yang harus dilakukan ketika situasi sudah berlangsung. Pada akhirnya, pendaratan darurat memang bukan situasi yang diharapkan terjadi selama perjalanan. Penumpang harus tetap mempersiapkan diri dengan memahami prosedur keselamatan dasar.

Ingat, tetap tenang, kenakan sabuk pengaman, pahami lokasi pintu keluar, dan selalu ikuti instruksi awak pesawat karena prosedur yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi darurat yang sedang dihadapi! Semoga perjalananmu selalu lancar, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article