Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mau Rapelling di Air Terjun? Ikuti 4 Tips Aman Ini!
Potret orang sedang rapelling di air terjun (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Rappelling atau canyoneering di air terjun sedang viral di media sosial, tetapi termasuk olahraga ekstrem berisiko tinggi karena tebing licin, debit air deras, dan cuaca tak menentu.
  • Peserta wajib memilih operator profesional bersertifikasi yang memahami karakter air terjun, jalur evakuasi, serta teknik penyelamatan darurat; jangan mengabaikan keselamatan demi paket murah.
  • Sebelum turun, pastikan fisik dan mental sehat, pahami briefing pemandu, serta periksa harness, tali, carabiner, descender, alas kaki bergrip, dan helm terpasang sempurna.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini, media sosial seperti TikTok dan Instagram sedang diramaikan tren olahraga ekstrem baru, yakni rappelling atau canyoneering di air terjun. Aktivitas ini dilakukan dengan cara menuruni tebing curam dengan tali pengaman di tengah guyuran air terjun.

Warganet pun penasaran dan tertarik untuk mencobanya, apalagi foto dan video yang dihailkan dari aktivitas ini Instagramable banget. Namun, di balik visualnya yang keren, rappelling di air terjun tetaplah olahraga ekstrem yang punya risiko tinggi.

Licinnya batuan tebing, derasnya debit air yang menghantam tubuh, hingga faktor cuaca yang tak menentu bisa menjadi bahaya atau bumerang jika kamu tidak waspada. Agar liburan serumu tetap aman dan nyaman, berikut beberapa tips aman yang wajib kamu pahami sebelum mencoba rapelling di air terjun. Simak sampai habis, ya!

1. Gunakan jasa operator rapelling profesional

Potret orang sedang canyoneering atau rapelling (pixabay.com/Steve gifkins)

Tips pertama yang harus kamu pahami adalah memilih operator atau jasa rapelling yang profesional, serta memiliki sertifikasi resmi. Seperti yang kita tahu, aktivitas ini tidak bisa dilakukan secara mandiri atau modal nekat. Kamu memerlukan pemandu untuk melakukannya dengan aman.

Tugas pemandu tersebut tak hanya memasang tali, tetapi juga harus memiliki pemahaman tentang karakter air terjun, jalur evakuasi, hingga teknik penyelamatan darurat jika terjadi masalah di tengah tebing. Jangan pernah tergiur dengan harga paket murah yang ditawarkan operator abal-abal dan mengabaikan aspek keselamatan dasar.

2. Pastikan fisik dan mental dalam keadaan sehat

Potret orang sedang jogging (unsplash/Huckster)

Hal yang tak kalah penting dan wajib diperhatikan sebelum ikut rappeling adalah fisik dan mental harus dalam keadaan sehat. Selama menuruni tebing, otot-otot tubuhmu akan bekerja keras, mulai dari otot lengan untuk mengontrol tali, otot perut untuk menjaga keseimbangan, dan otot kaki untuk menahan beban di dinding batu.

Tanpa stamina yang prima, kamu akan cepat lelah di tengah jalan, meningkatkan risiko kram otot, hingga kehilangan kendali saat bertumpu pada tali. Jadi, kamu memerlukan persiapan fisik yang matang dengan rajin berolahraga, seperti jogging, berenang, atau angkat beban, beberapa minggu sebelum ikut rappeling.

3. Memerhatikan dan memahami arahan pemandu dengan baik

Potret orang sedang rapelling di air terjun (IDN Times/Khusnul Hasana)

Sebelum memulai rappeling, pemandu akan memberikan pengarahan (briefing) secara detail untukmu. Mulai dari yang teknik memegang tali, posisi kaki yang benar pada batu, cara menuruni tebing yang tepat, hingga kode isyarat.

Semua instruksi itu harus kamu perhatikan dan pahami dengan saksama. Jika kurang jelas atau masih tidak mengerti, sebaiknya langsung bertanya kepada pemandu. Mereka akan membimbingmu dengan sabar dan berusaha mengutamakan keselamatanmu.

Begitu pula saat kamu mulai menuruni tebing. Pemandu akan terus menuntunmu dengan bantuan pengeras suara atau toa. Dengarkan terus instruksi mereka, terutama saat hendak diambil gambarmu.

4. Pastikan semua peralatan terpasang sempura di tubuhmu

Potret orang sedang rapelling di air terjun (IDN Times/Khusnul Hasana)

Sebelum turun dari tebing, kamu harus memastikan semua peralatan keselamatan (safety gear) memenuhi standar dan terpasang sempurna di tubuhmu, mulai dari harness (tali pengikat tubuh), tali carny (core), carabiner, alat pengerem (descender), alas kaki dengan grip kuat, dan helm pelindung kepala.

Biasanya pemandu akan melakukan double check. Ia akan menunjukkan semua peralatan tersebut memang sudah terpasang dengan baik. Jangan ragu untuk meminta penyesuaian ulang jika merasa ada bagian alat yang terasa kurang pas atau longgar di tubuhmu, ya!

Demikian beberapa tips aman sebelum mencoba rapelling atau canyoneering di air terjun. Jadi, kamu mau berangkat kapan, nih?

Curated For You

Editorial Team

Related Article