Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Liburan Hemat ke Jepang saat Nilai Tukar Naik

5 Tips Liburan Hemat ke Jepang saat Nilai Tukar Naik
Fukuoka, Jepang (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Artikel membahas strategi liburan hemat ke Jepang meski nilai tukar naik, dengan fokus pada perencanaan cerdas dan penyesuaian gaya perjalanan agar tetap sesuai bujet.
  • Ditekankan pentingnya memilih waktu low season, memanfaatkan transportasi publik seperti kartu Suica atau Pasmo, serta berburu makanan diskon di minimarket dan supermarket malam hari.
  • Tips tambahan mencakup kunjungan ke destinasi gratis, belanja di toko 100 yen, serta penggunaan kombinasi uang tunai dan kartu digital untuk mengatur pengeluaran lebih efisien.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Liburan ke Jepang memang selalu jadi impian banyak orang. Namun, sering kali niat itu terhalang saat melihat grafik nilai tukar mata uang yang sedang naik turun. Kamu pasti merasa khawatir kalau bujet yang sudah disusun rapi tiba-tiba membengkak gara-gara selisih kurs yang cukup tinggi, kan?

Tenang saja, fluktuasi mata uang sebenarnya bukan penghalang buat kamu tetap bisa menikmati keindahan Tokyo atau syahdunya Kyoto tanpa harus bikin kantong jebol. Kunci utamanya ada pada strategi yang tepat dalam mengatur pengeluaran selama di sana. Kamu tidak perlu membatalkan rencana perjalanan hanya karena nilai tukar sedang tidak bersahabat.

Dengan sedikit riset dan penyesuaian gaya jalan-jalan, kamu tetap bisa makan enak dan belanja oleh-oleh dengan tenang. Yuk, simak tips hemat liburan ke Jepang saat nilai tukar berubah berikut ini supaya rencana kamu tetap berjalan mulus dan tetap budget-friendly!

1. Pilih waktu berkunjung saat low season

Kyoto, Jepang
Kyoto, Jepang (pexels.com/Belle Co)

Cara paling efektif untuk menghemat biaya saat kurs sedang tinggi adalah dengan menghindari high season seperti musim semi atau akhir tahun. Kamu bisa memilih waktu kunjungan di periode low season, seperti saat musim dingin di bulan Januari atau Februari, kecuali di area ski, dan saat puncak musim panas di bulan Juni atau Juli.

Pada periode ini, harga tiket pesawat dan akomodasi biasanya turun drastis. Selisih harga hotel ini bisa kamu gunakan untuk menutupi kenaikan pengeluaran akibat nilai tukar yang berubah. Selain lebih murah, keuntungan lainnya adalah tempat-tempat wisata tidak terlalu penuh sesak oleh turis, jadi kamu bisa bebas berfoto tanpa banyak gangguan. Kamu juga punya kesempatan lebih besar untuk mendapatkan promo dadakan dari berbagai situs pemesanan hotel.

2. Manfaatkan transportasi publik dan kartu sakti

ilustrasi shinkansen
ilustrasi shinkansen (unsplash.com/Masood Aslami)

Transportasi di Jepang dikenal sangat efisien, tapi bisa jadi sangat mahal kalau kamu tidak pintar memilihnya. Hindari penggunaan taksi karena tarifnya sangat tinggi dan bisa langsung menguras dompet kamu. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan kereta atau bus yang menjangkau hampir seluruh pelosok kota.

Jika kamu berencana pindah-pindah kota dalam waktu singkat, hitung kembali apakah penggunaan JR Pass masih menguntungkan buatmu. Namun, kalau kamu hanya menetap di satu atau dua wilayah saja, lebih baik gunakan kartu transportasi seperti Suica atau Pasmo.

Jangan lupa cek juga opsi one-day pass untuk kereta bawah tanah (subway) yang sering kali jauh lebih hemat jika kamu berencana mengunjungi banyak tempat dalam satu hari. Dengan meminimalkan biaya transportasi, kamu tidak akan terlalu terbebani oleh perubahan kurs.

3. Berburu kuliner di minimarket dan supermarket pada malam hari

ilustrasi belanja di supermarket
ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Wheeleo Walker)

Siapa bilang makan di Jepang harus selalu mahal? Kamu bisa tetap makan enak tanpa harus masuk ke restoran mewah setiap hari. Jepang punya budaya minimarket atau konbini, seperti Lawson, FamilyMart, atau 7-Eleven, yang menyediakan makanan siap saji dengan kualitas rasa yang sangat baik. Kamu bisa menemukan onigiri, bento, hingga pasta dengan harga yang ramah di kantong.

Tips rahasia lainnya adalah mengunjungi supermarket besar sekitar 1 atau 2 jam sebelum jam tutup operasional. Biasanya, mereka akan memberikan diskon besar-besaran, mulai dari 30—50 persen, untuk makanan segar, seperti sushi, sashimi, dan bento. Ini adalah cara cerdas buat kamu tetap bisa menikmati makanan otentik Jepang tanpa perlu merasa bersalah pada saldo rekening. Ingat, hemat bukan berarti tidak makan enak, tapi tahu kapan waktu yang tepat untuk membeli.

4. Maksimalkan fasilitas gratis dan belanja di toko 100 yen

Tokyo, Jepang
Tokyo, Jepang (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Jepang punya banyak destinasi wisata menarik yang tidak memungut biaya masuk alias gratis. Kamu bisa mengunjungi berbagai kuil bersejarah, taman kota yang indah, seperti Ueno Park, atau melihat pemandangan kota Tokyo dari ketinggian di Tokyo Metropolitan Government Building tanpa bayar sepeser pun. Fokuskan itinerary kamu pada tempat-tempat seperti ini agar anggaran bisa dialokasikan ke hal yang lebih krusial.

Untuk urusan oleh-oleh, jangan langsung lari ke mal besar atau toko di bandara. Kamu bisa mampir ke toko serba 100 yen, seperti Daiso, Can Do, atau Seria. Di sana, kamu bisa menemukan barang-barang unik khas Jepang dengan kualitas yang tidak murahan. Dengan harga flat yang murah, kamu tetap bisa membawa pulang banyak buah tangan untuk teman dan keluarga tanpa perlu pusing memikirkan kurs yang sedang melonjak.

5. Bawa uang tunai secukupnya dan gunakan kartu digital

ilustrasi kartu Suica
ilustrasi kartu Suica (commons.wikimedia.org/タチヤマカムイ)

Meskipun Jepang mulai beralih ke transaksi nontunai, uang tunai masih sangat penting terutama di kota-kota kecil atau warung makan lokal. Tipsnya, jangan menukar seluruh uang kamu saat kurs sedang berada di titik tertinggi. Tukarkan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan darurat dan transportasi awal, lalu gunakan kartu debit atau kredit yang menawarkan kurs kompetitif untuk transaksi lainnya.

Saat ini banyak aplikasi bank digital atau kartu perjalanan yang memberikan nilai tukar lebih jujur dan biaya admin rendah. Selalu pilih opsi bayar dengan mata uang lokal (Yen) saat bertransaksi menggunakan mesin EDC agar kamu mendapatkan kurs dari bank sendiri, bukan kurs dari penyedia mesin yang biasanya lebih mahal.

Dengan cara ini, kamu bisa lebih fleksibel dalam mengatur keuangan selama perjalanan berlangsung. Selamat berlibur ke Jepang dengan hemat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Related Articles

See More