Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perhatikan 7 Hal Ini saat Nonton Festival Pacu Jalur 2026!
Potret penari dan peserta lomba Pacu Jalur Tradisional di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Riau (Dok. Kementerian Pariwisata RI)
  • Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 berlangsung 19-23 Agustus di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Teluk Kuantan, Riau, dan diperkirakan menarik ribuan wisatawan.
  • Pengunjung dianjurkan memesan transportasi serta penginapan lebih awal, datang sebelum lomba untuk spot terbaik, dan memakai pakaian nyaman dengan perlindungan dari panas maupun hujan.
  • Penonton perlu membawa air dan camilan, mendokumentasikan seperlunya tanpa menghalangi orang lain, menghormati ritual adat, menjaga kebersihan, serta mematuhi batas keselamatan di area sungai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 kembali hadir sebagai salah satu agenda budaya paling meriah dan dinantikan di Indonesia. Event wisata bergengsi ini akan digelar selama 19-23 Agustus 2026 di Tepian Narosa, Sungai Batang Kuantan, Teluk Kuantan, Kuantan Singingi, Riau.

Ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, diperkirakan akan hadir menyaksikan Festival Pacu Jalur di sini. Sorak-sorai penonton di tepi sungai, gerakan tarian joki cilik (togak luan) di ujung perahu, serta hentakan dayung peserta akan menciptakan atmosfer magis dan penuh energi yang tidak dapat kamu temukan di tempat lain.

Bagi kamu yang baru pertama kali merencanakan kunjungan ke Kuansing dan ingin merasakan pengalaman menonton yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yuk, simak beberapa tips seru menonton Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 berikut ini!

1. Memesan transportasi dan akomodasi sejak jauh-jauh hari

Saat sudah tahu tanggal pelaksanaan acara Festival Pacu Jalur Tradisional 2026, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memesan transportasi menuju ke lokasi tersebut. Apalagi kalau kamu berasal dari luar Riau.

Kamu bisa naik pesawat terbang, mobil, bus, travel, atau kendaraan lain yang bisa dijangkau dari tempat tinggalmu. Dari Pekanbaru, perjalanan menuju ke Kuansing memakan waktu sekitar 4-5 jam via transportasi darat.

Selain transportasi, akomodasi juga wajib dipersiapkan jauh-jauh hari. Kamu bisa memesan hotel, homestay, atau penginapan di Kuansing. Jika kamu tidak segera memesannya, akomodasi akan cepat habis dan penuh, atau bahkan harganya jadi sangat tinggi.

2. Datang lebih awal untuk mengamankan spot terbaik

Potret Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau (Dok. Kementerian Pariwisata RI)

Animo masyarakat yang luar biasa tinggi membuat area Sungai Kuantan kerap dipadati penonton sejak pagi hari. Jika kamu ingin mendapatkan sudut pandang visual yang jelas tanpa terhalang penonton lain, usahakan sudah berada di lokasi jauh sebelum pertandingan dimulai.

Spot favorit biasanya berada di sekitar tempat finish atau di tribun penonton yang disediakan panitia setempat. Selain itu, datang lebih cepat memberikanmu kesempatan untuk melihat suasana di balik layar dan persiapan tim sebelum bertanding.

Kamu bisa melihat dari dekat prosesi ritual adat, dan berinteraksi langsung dengan warga lokal. Pengalaman ini tentu akan membuatmu makin paham tentang nilai budaya Pacu Jalur dan prosesinya yang luar biasa penuh pengorbanan.

3. Kenakan pakaian yang nyaman

Suhu udara di area Sungai Kuantan pada siang hari bisa terasa sangat panas dan menyengat. Oleh karena itu, pilihlah pakaian berbahan katun yang menyerap keringat, longgar, dan berwarna cerah. Jangan lupa kenakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh, seperti sandal gunung.

Bawalah perlengkapan ekstra demi bisa melindungi tubuh dari paparan sinar UV langsung, seperti topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan oleskan tabir surya (sunscreen) secara berkala. Membawa payung lipat kecil juga sangat disarankan untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang tiba-tiba, baik saat panas terik maupun ketika hujan turun.

4. Membawa camilan dan air minum secukupnya

Potret orang makan camilan (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Bersorak dan memberi dukungan kepada tim favorit di tengah kerumunan dalam waktu lama akan menguras energi dan cairan tubuh. Kamu juga wajib membawa minum sendiri, terutama air mineral. Tujuannya untuk memastikan tubuhmu tetap terhidrasi sepanjang acara. Kamu juga bisa membeli minuman segar lokal, seperti es kelapa muda, yang banyak dijual oleh pedagang di sekitar lokasi.

Selain itu, mengantongi camilan ringan di dalam tas akan sangat membantu saat rasa lapar melanda di tengah kepadatan penonton, seperti cokelat, protein bar, keripik, dan sebagainya. Kamu tidak perlu bolak-balik menembus lautan manusia hanya untuk sekadar membeli makanan kecil saat pertandingan sedang berlangsung.

5. Ambil foto atau video secukupnya

Salah satu daya tarik terbesar yang menjadikan Pacu Jalur sangat viral dan ikonik adalah keberadaan anak kecil yang menari di ujung perahu. Tariannya bertujuan untuk menjaga keseimbangan dan memberikan semangat bagi para pendayung. Momen saat anak-anak menari dengan gerakan khasnya memang wajib kamu abadikan. Pastikan baterai ponsel atau kameramu terisi penuh, serta bawalah powerbank cadangan.

Tak jarang beberapa orang berdiri saat terhanyut dalam euforia Pacu Jalur dan bersemangat ketika tim jagoannya memimpin. Hindari melakukan hal ini, karena bisa menghalangi pandangan orang lain yang juga sedang menonton. Selain itu, jangan mengangkat kamera atau ponsel terlalu tinggi, ya! Perhatikan orang-orang di sekitarmu juga, ya.

6. Hormati nilai budaya dan tradisi setempat

Potret Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau (Dok. Kementerian Pariwisata RI)

Pacu Jalur bukan sekadar event atau festival olahraga biasa, tetapi juga menjadi bagian dari budaya dan sejarah masyarakat Kuantan Singingi yang dilestarikan secara turun-temurun. Penonton atau wisatawan, terutama yang berasal dari luar daerah Kuansing, harus bisa menunjukkan sikap sopan dan menghormati seluruh prosesi acaranya.

Saat prosesi budaya atau rital adat dimulai, hindari bercanda atau berisik berlebihan. Jika tidak paham maknanya, bertanyalah dengan sopan kepada panitia atau warga sekitar. Mereka akan menjawab rasa penasaranmu dengan senang hati. Selain itu, hindari mendekati perahu peserta, karena bisa membahayakan keselamatan penonton itu sendiri dan mengganggu jalannya perlombaan.

7. Jaga kebersihan lingkungan dan keselamatan diri

Sebagai wisatawan yang bijak, menjaga kelestarian arena budaya adalah kewajiban bersama. Jangan pernah membuang sampah plastik, kemasan makanan, atau botol bekas secara sembarangan ke dalam aliran Sungai Kuantan maupun di sekitar bantaran sungai! Kumpulkan sampah pribadi ke dalam kantong plastik kecil sebelum dibuang ke tempat sampah terdekat.

Selain kebersihan, faktor keselamatan diri dan barang bawaan juga harus menjadi prioritas utama. Selalu waspada terhadap barang berhargamu, seperti dompet, ponsel, bahkan perhiasan yang sedang kamu pakai, di tengah kerumunan padat. Patuhi pula garis pembatas aman yang ditetapkan panitia, terutama jika kamu menonton tepat di tepi tebing sungai yang curam.

Nah, sekarang kamu sudah tahu beberapa hal yang harus diperhatikan beserta tips nonton Festival Pacu Jalur Tradisional. Sudah gak sabar, kan? Segera siapkan semuanya dengan matang, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article