ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
Mobil bensin sudah digunakan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Infrastruktur pendukungnya sangat luas, bengkel mudah ditemukan, mekanik lebih familiar dengan teknologi mesin pembakaran, dan pilihan bahan bakarnya juga beragam. Ekosistem tersebut membuat konsumen merasa lebih aman ketika memilih mobil bensin.
Di sisi lain, mobil listrik membutuhkan perubahan kebiasaan, terutama dalam pengisian energi. Pengguna perlu membiasakan diri mengisi daya di rumah atau mencari SPKLU ketika melakukan perjalanan jauh. Bagi konsumen yang belum memiliki akses pengisian di rumah atau tinggal di hunian tanpa fasilitas parkir pribadi, penggunaan mobil listrik juga bisa menjadi lebih rumit.
Pada akhirnya, mobil listrik memiliki peluang besar untuk terus mengambil pangsa pasar mobil bensin. Namun, proses tersebut kemungkinan berlangsung secara bertahap. Harga yang semakin terjangkau, jaringan pengisian yang semakin luas, teknologi baterai yang semakin matang, dan perubahan kebiasaan konsumen akan menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa cepat peralihan tersebut terjadi.