ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Markus Spiske)
Temperatur memiliki pengaruh besar terhadap performa dan proses pengisian baterai. Mengisi daya ketika baterai berada dalam kondisi terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat sistem manajemen baterai membatasi kecepatan pengisian. Mobil listrik modern biasanya memiliki sistem pengaturan temperatur untuk membantu menjaga baterai tetap berada dalam kondisi aman.
Kebiasaan yang perlu dihindari adalah langsung melakukan pengisian berdaya tinggi setelah mobil digunakan secara berat dalam cuaca panas tanpa memperhatikan kondisi kendaraan. Sistem EV memang dirancang untuk mengatur proses tersebut, tetapi penggunaan yang bijak tetap membantu mengurangi tekanan termal. Jika memungkinkan, parkir di tempat teduh dan mengikuti rekomendasi pengisian dari pabrikan dapat membantu menjaga kondisi baterai.
Pada akhirnya, penurunan kapasitas baterai merupakan proses alami yang terjadi seiring usia dan penggunaan. Namun, kebiasaan seperti terlalu sering membiarkan baterai hampir kosong, selalu mempertahankan daya 100 persen, serta mengabaikan temperatur dapat mempercepat degradasi jika dilakukan terus-menerus.
Menjaga baterai tidak harus rumit. Kuncinya adalah mengikuti rekomendasi pabrikan, memperhatikan kondisi temperatur, dan menggunakan pola pengisian yang sesuai kebutuhan. Dengan kebiasaan tersebut, performa baterai diharapkan dapat dipertahankan lebih lama.