Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Penyebab Utama Mobil Listrik Terbakar? Waspadai Penyebabnya
Ilustrasi mobil terbakar (Pexels/David Henry)
  • Kerusakan sel baterai dapat memicu thermal runaway, yaitu kenaikan suhu cepat yang menimbulkan reaksi berantai, panas, asap, hingga api, terutama setelah benturan fisik.
  • Korsleting pada kabel, konektor, modul elektronik, atau komponen tegangan tinggi berisiko memunculkan panas; mobil yang rusak berat perlu diperiksa teknisi sebelum digunakan atau diisi daya.
  • Pengisian dengan perangkat tidak sesuai, instalasi buruk, atau konektor rusak dapat meningkatkan risiko; pemilik perlu mengikuti rekomendasi pabrikan serta melakukan perawatan dan pemeriksaan berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik bisa terbakar kalau baterainya rusak, kabelnya korslet, atau alat casnya bermasalah. Baterai yang terbentur saat kecelakaan juga harus dicek. Pemilik mobil perlu memakai alat cas yang baik dan merawat mobil. Mobil listrik tidak lebih gampang terbakar, tapi baterainya perlu dijaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik tidak menggunakan bahan bakar minyak yang mudah terbakar seperti mobil konvensional. Meski begitu, bukan berarti kendaraan listrik sepenuhnya bebas dari risiko kebakaran. Dalam kondisi tertentu, komponen kelistrikan dan baterai tetap bisa menjadi sumber masalah.

Kasus mobil listrik terbakar memang relatif jarang, tetapi ketika terjadi, proses penanganannya bisa berbeda dibandingkan kebakaran mobil bermesin pembakaran internal. Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya api, terutama yang berkaitan dengan baterai dan sistem kelistrikan kendaraan.

1. Kerusakan pada sel baterai

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan mobil listrik terbakar adalah kerusakan pada sel baterai. Baterai mobil listrik tersusun dari banyak sel yang bekerja secara bersama-sama. Jika salah satu sel mengalami kerusakan atau gangguan internal, suhu di dalam baterai bisa meningkat secara tidak normal.

Kondisi tersebut dapat memicu fenomena yang dikenal sebagai thermal runaway. Ketika terjadi, suhu sel baterai meningkat dengan cepat dan dapat memicu reaksi berantai ke sel di sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, proses ini dapat menghasilkan panas, asap, hingga api. Kerusakan fisik akibat kecelakaan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena bisa memengaruhi kondisi baterai.

2. Korsleting dan gangguan kelistrikan

ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/chuttersnap)

Selain baterai, sistem kelistrikan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Kabel, konektor, modul elektronik, maupun komponen bertegangan tinggi yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan korsleting. Jika energi listrik yang besar bertemu dengan komponen yang rusak atau hubungan arus yang tidak semestinya, panas dapat muncul.

Risiko tersebut bisa meningkat setelah kendaraan mengalami kecelakaan berat, terutama jika bagian bawah mobil atau rumah baterai terkena benturan. Karena itu, mobil listrik yang mengalami kerusakan serius tidak sebaiknya langsung digunakan atau dicas sebelum diperiksa oleh teknisi yang memahami sistem tegangan tinggi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada kerusakan tersembunyi pada baterai maupun sistem kelistrikan.

3. Pengisian daya dan kondisi baterai

ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/Mike Bird)

Proses pengisian daya juga berkaitan dengan keamanan baterai. Sistem mobil listrik modern umumnya memiliki battery management system atau BMS yang bertugas memantau berbagai parameter baterai, termasuk suhu dan kondisi pengisian. Namun, kerusakan komponen atau kondisi baterai yang sudah bermasalah tetap dapat meningkatkan risiko.

Penggunaan perangkat pengisian yang tidak sesuai, instalasi listrik yang buruk, hingga kondisi konektor yang rusak juga sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemilik mobil listrik perlu memastikan perangkat pengisian dalam kondisi baik dan mengikuti rekomendasi pabrikan. Perawatan serta pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi masalah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Pada akhirnya, mobil listrik bukan berarti lebih mudah terbakar dibandingkan mobil konvensional. Namun, karakteristik baterai lithium-ion membuat kebakaran akibat kerusakan baterai memiliki mekanisme dan penanganan yang berbeda. Memahami faktor penyebabnya dapat membantu pemilik lebih waspada sekaligus mencegah risiko sejak awal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article