Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Mengurangi Risiko Mobil Terbakar

7 Cara Mengurangi Risiko Mobil Terbakar
Sebuah mobil sedan klasik mewah, Ford Mustang Shelby GT350 1966 terbakar di tengah jalan Margaguna Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (21/7/2021) sore. (Dok. Damkar Jakarta Selatan)

Jakarta, IDN Times - Beberapa tahun belakangan kasus mobil terbakar kerap terjadi. Karena itu pabrikan mobil kemudian membekali setiap mobil mereka dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sebagai standar keamanan baru.

Musibah seperti mobil yang mendadak terbakar memang tidak bisa ditebak, tapi ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risiko mobil terbakar.

1. Sering-sering mengecek ruang mesin mobil

ilustrasi mesin dalam kap mobil (Pexels/georgesultan)
ilustrasi mesin dalam kap mobil (Pexels/georgesultan)

Terkadang ketika kita sedang membersihkan area ruang mesin, kain lap  atau material lain bisa saja tertinggal atau jatuh ke arah knalpot.

Hal itu tentu berbahaya, karena berpotensi menimbulkan kebakaran. Makanya, selalu cek ruang mesin secara teliti apakah ada barang yang mudah terbakar tertinggal sebelum menutup kap mesin.

2. Pastikan tutup oli terpasang rapat

Dok. wuling.id
Dok. wuling.id

Kebakaran mobil juga bisa disebabkan oleh kebocoran oli, karena tutup yang oli tidak terpasang dengan benar atau rapat.

Hal ini membuat saat mesin hidup cipratan oil yang keluar dari lubang pengisian oli berpotensi menetes ke knalpot yang panas, dan dapat mengubah percikan oli tersebut menjadi api.

3. Lebih hati-hati dan teliti saat memasang aksesori kelistrikan

Ilustrasi Sekring (https://www.bimmerfest.com/)
Ilustrasi Sekring (https://www.bimmerfest.com/)

Saat memasang aksesori kelistrikan, dianjurkan untuk menggunakan sekring sebagai pengaman, karena apabila tidak dihiraukan kabel berpotensi meleleh dan menyebabkan mobil terbakar.

Selain itu, sekring yang terpasang jauh dari sumber listrik (baterai/aki) dan terminal konektor yang longgar juga dapat mengakibatkan panas berlebih dan menimbulkan percikan api.

4. Hindari upgrade lampu utama atau fog lamp dengan watt yang lebih besar

ilustrasi lampu mobil menyala (unsplash.com/Angus Gray)
ilustrasi lampu mobil menyala (unsplash.com/Angus Gray)

Sangat tidak dianjurkan untuk mengganti bohlam headlamp atau foglamp dengan watt yang lebih besar atau menggunakan produk after market yang tidak jelas asal-usulnya.

Kapasitas watt yang lebih besar dari standar akan menyebabkan baterai/aki terkuras dan berpotensi mengakibatkan panas yang mampu mengakibatkan kebakaran.

5. Cek lokasi sebelum parkir

Ilustrasi parkir mobil (IDN Times/Fitria Madia)
Ilustrasi parkir mobil (IDN Times/Fitria Madia)

Hindari menempatkan mobil saat mesin hidup di dekat benda yang mudah terbakar, seperti ranting, sampah, kertas, dan plastik.

Apabila benda-benda tersebut menempel ke knalpot, mobil dapat berpotensi terbakar tiba-tiba.

6. Jangan mengecas powerbank di mobil jika akan ditinggal

ilustrasi powerbank (pixabay.com/LYOO_JW)
ilustrasi powerbank (pixabay.com/LYOO_JW)

Hindari mengisi daya powerbank melalui soket mobil jika mobil akan ditinggalkan dalam waktu yang lama.

Pengisian daya powerbank yang masih terpasang di soket, dapat menyebabkan konsleting pada baterai dan berpotensi meledak.

7. Jangan menyimpan korek api di dalam kendaraan

Ilustrasi korek api (IDN Times/Doni Hermawan)
Ilustrasi korek api (IDN Times/Doni Hermawan)

Terakhir, hindari menyimpan korek api gas di dalam dasbor atau laci mobil.

Karena apabila terjadi guncangan atau suhu di dalam kendaraan panas, korek api menjadi mudah meledak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Penyebab Umum Mobil Mengeluarkan Bau Bensin, Catat!

03 Apr 2026, 08:42 WIBAutomotive