Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Mengatur Jarak Aman saat Mengendarai Mobil

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)
Intinya sih...
  • Menyesuaikan jarak dengan kecepatan kendaraan, konsistensi dalam menjaga jarak sesuai dengan kecepatan dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan beruntun.
  • Menggunakan aturan tiga detik untuk mengukur jarak aman tanpa alat khusus, efektif diterapkan dalam berbagai kondisi lalu lintas yang normal.
  • Memperhatikan kondisi jalan dan cuaca, kondisi licin atau kabut memerlukan jarak aman yang lebih panjang untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjaga jarak aman ketika mengendarai mobil jelas merupakan salah satu prinsip dasar untuk memastikan keselamatan dalam berkendara. Padahal jarak yang cukup dapat memberi waktu reaksi yang lebih panjang ketika terjadi pengereman mendadak atau perubahan kondisi lalu lintas.

Banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat jarak antar kendaraan yang terlalu dekat, sehingga pengemudi pun tidak sempat menghindar. Simaklah beberapa cara berikut ini untuk mengatur jarak aman ketika mengendarai mobil agar keselamatan dalam berkendara tetap terjaga dengan baik.

1. Menyesuaikan jarak dengan kecepatan kendaraan

ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Sachu Zayn)
ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Sachu Zayn)

Semakin tinggi kecepatan mobil, maka biasanya akan semakin panjang jarak aman yang harus dijaga dari kendaraan di depannya. Jarak ini diperlukan agar pengemudi bisa tetap memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengereman secara bertahap tanpa menimbulkan adanya benturan serius.

Pada kecepatan yang relatif rendah, justru jarak aman mungkin terasa cukup dekat, namun kondisinya tidak berlaku ketika melaju di jalan yang bebas hambatan. Konsistensi dalam menjaga jarak sesuai dengan kecepatan setidaknya dapat membantu untuk mengurangi adanya risiko kecelakaan beruntun yang mungkin terjadi.

2. Menggunakan aturan tiga detik

ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Orkun Azap)
ilustrasi mengemudi mobil (unsplash.com/Orkun Azap)

Aturan 3 detik ternyata merupakan cara sederhana yang dapat membantumu untuk mengukur jarak aman tanpa menggunakan alat khusus. Pengemudi cukup dengan menghitung waktu 3 detik sejak kendaraan di depan melewati titik tertentu hingga mobil sendiri melewati titik yang sama.

Apabila menggunakan waktu tempuh kurang dari 3 detik, maka jarak yang dijaga akan terlalu dekat dan harus ditambah agar tetap aman. Metode ini cukup efektif diterapkan dalam berbagai kondisi lalu lintas yang normal dan mudah untuk dipraktikkan oleh siapa saja.

3. Memperhatikan kondisi jalan dan cuaca

ilustrasi mobil saat hujan (pexels.com/Andrew Neel)
ilustrasi mobil saat hujan (pexels.com/Andrew Neel)

Kondisi jalan yang licin akibat hujan atau permukaan yang rusak ternyata memerlukan jarak aman yang jauh lebih panjang. Daya cengkram ban terhadap aspal akan mengalami pengurangan, sehingga jarak pengeremannya pun menjadi lebih jauh.

Pada situasi seperti kabut atau hujan lebat, visibilitas turut mengalami penurunan dan memperlambat reaksi dari pengemudi. Menambah jarak aman dalam kondisi ini ternyata merupakan langkah penting untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.

4. Menghindari berkendara terlalu dekat di kemacetan

ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Riccardo)
ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Riccardo)

Pada saat lalu lintas sudah mulai padat, ternyata banyak pengemudi yang cenderung mendekatkan jarak agar tidak sampai disalip oleh kendaraan lainnya. Kebiasaan ini ternyata bisa meningkatkan risiko senggolan atau tabrakan ringan yang justru bisa semakin merusak kendaraan.

Menjaga jarak walau dalam kondisi macet dapat memberikan ruang untuk bermanuver dengan lebih aman. Selain itu, jarak yang cukup juga dapat membantu untuk mengurangi risiko stres dan membuat aktivitas berkendara menjadi lebih terkendali dengan baik.

Mengatur jarak aman ketika mengendarai mobil ternyata merupakan langkah sederhana yang penting untuk menunjang keselamatan di jalan raya. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan secara konsisten maka pengemudi bisa memproteksi diri dan pengguna jalan lainnya dari risiko kecelakaan yang mungkin terjadi. Pastikan untuk memahami cara mengatur jarak aman agar proses berkendara tetap aman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Mobil Jarang Digunakan, Komponen-komponen Ini Bakal Cepat Rusak

31 Jan 2026, 21:05 WIBAutomotive