Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mobil Jarang Digunakan, Komponen-komponen Ini Bakal Cepat Rusak

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Arlind D)
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Arlind D)
Intinya sih...
  • Sistem kelistrikan dan aki yang kehilangan dayaKomponen paling rentan saat mobil jarang digunakan adalah aki dan terminal kabel, akibat konsumsi daya listrik terus-menerus tanpa proses pengisian ulang.
  • Deformasi ban dan korosi pada sistem pengeremanMobil diam berbulan-bulan dapat menyebabkan flat spot pada ban dan karat pada piringan cakram, serta risiko rem macet.
  • Degradasi cairan mesin dan getasnya komponen karetOli mesin yang mengendap, bahan bakar yang mengalami kondensasi, serta kerusakan karet wiper dan selang radiator karena kehilangan elastisitas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa membiarkan mobil terparkir manis di dalam garasi adalah cara terbaik untuk menjaga kondisinya agar tetap awet. Namun, kenyataannya justru berbanding terbalik; mobil yang jarang digunakan sering kali mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan kendaraan yang rutin dikendarai setiap hari karena sifat mekanisnya yang menuntut pergerakan.

Diam dalam waktu lama memicu proses kimiawi dan mekanis yang merusak, mulai dari oksidasi hingga pengendapan cairan. Tanpa adanya sirkulasi dan suhu kerja yang stabil, komponen-komponen vital akan mulai kehilangan fungsinya, yang pada akhirnya dapat menguras kantong untuk biaya perbaikan besar saat mobil hendak digunakan kembali.

1. Sistem kelistrikan dan aki yang kehilangan daya

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Komponen yang paling pertama dan paling sering menjadi korban saat mobil jarang digunakan adalah aki. Meskipun mesin dalam keadaan mati, sistem elektronik mobil seperti alarm, jam digital, dan Engine Control Unit (ECU) tetap mengonsumsi daya listrik dalam jumlah kecil secara terus-menerus. Tanpa adanya proses pengisian ulang (charging) dari alternator yang hanya aktif saat mesin hidup, tegangan aki akan terus merosot hingga mencapai titik soak.

Selain aki, terminal kabel dan konektor kelistrikan juga rentan terhadap korosi akibat kelembapan udara di area parkir yang statis. Kurangnya sirkulasi udara di ruang mesin dapat mempercepat timbulnya jamur atau karat pada titik-titik sambungan kabel. Jika dibiarkan terlalu lama, voltase yang tidak stabil ini tidak hanya membuat mobil sulit dinyalakan, tetapi juga berisiko merusak modul elektronik yang sensitif dan mahal.

2. Deformasi ban dan korosi pada sistem pengereman

ilustrasi mengeringkan rem mobil (pexels.com/gustavo fring)
ilustrasi mengeringkan rem mobil (pexels.com/gustavo fring)

Ban mobil dirancang untuk berputar guna mendistribusikan beban secara merata ke seluruh permukaan karet. Saat mobil diam berbulan-bulan, beban berat kendaraan hanya bertumpu pada satu titik singgung ban dengan lantai, yang memicu fenomena flat spot atau perubahan bentuk permanen pada struktur ban. Kondisi ini akan menyebabkan getaran hebat dan suara bising saat mobil dijalankan kembali, yang sering kali hanya bisa diatasi dengan mengganti ban baru.

Sektor pengereman juga sangat rentan terhadap karat, terutama pada piringan cakram (disc brake). Oksidasi alami akibat kelembapan akan menciptakan lapisan karat yang tebal jika rem tidak pernah bergesekan. Lebih berbahaya lagi, piston kaliper rem bisa macet akibat endapan kotoran dan kelembapan, yang mengakibatkan rem terasa keras atau bahkan terkunci total. Rem tangan yang dibiarkan aktif dalam waktu lama juga berisiko membuat kampas rem lengket pada tromol atau cakram.

3. Degradasi cairan mesin dan getasnya komponen karet

ilustrasi mengganti oli mobil (unsplash.com/timmossholder)
ilustrasi mengganti oli mobil (unsplash.com/timmossholder)

Cairan di dalam mobil seperti oli mesin, minyak rem, dan air radiator memiliki masa kedaluwarsa meskipun tidak digunakan. Oli yang diam terlalu lama akan mengalami oksidasi dan mengendap di dasar mesin, membentuk lumpur (sludge) yang dapat menyumbat saluran pelumasan saat mesin baru dinyalakan kembali. Selain itu, bahan bakar di dalam tangki yang jarang terisi penuh dapat mengalami kondensasi, menciptakan uap air yang memicu karat di dinding tangki dan menyumbat injektor.

Komponen yang terbuat dari bahan karet, seperti wiper, selang radiator, dan berbagai seal mesin, juga akan cepat rusak jika tidak mendapatkan suhu kerja yang rutin. Tanpa adanya pelumasan dari cairan yang mengalir, karet-karet ini akan mengeras, retak, atau menjadi getas. Contoh yang paling sering ditemui adalah karet wiper yang menjadi kaku dan baret pada kaca, atau selang-selang mesin yang pecah secara mendadak karena kehilangan elastisitasnya akibat terlalu lama terpapar udara lembap tanpa sirkulasi panas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

4 Risiko Membeli Motor Bekas Tanpa Garansi, Bisa Rugi!

31 Jan 2026, 21:32 WIBAutomotive