Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Akibat Fatal Jika Karet Pintu Bagasi Mobil Dibiarkan Rusak
ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Karet pintu bagasi yang terpapar cuaca dan tekanan dapat mengeras, retak, atau sobek, sehingga perlu segera diperbaiki agar kerusakannya tidak makin parah.
  • Celah pada karet rusak memungkinkan air, debu, dan kotoran masuk ke bagasi, membasahi interior, merusak material, serta membuat barang lebih cepat kotor.
  • Karet yang tidak rapat juga membuat gas buang dan kebisingan luar masuk ke kabin, sementara kelembapan akibat kebocoran bisa memicu jamur, bakteri, dan bau apek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Karet pintu bagasi mobil bisa rusak karena panas, hujan, dan sering dibuka. Kalau dibiarkan, air, debu, dan suara jalan bisa masuk ke dalam mobil. Bau asap juga bisa masuk. Bagasi jadi basah, kotor, dan bau apek karena jamur. Karet yang retak atau sobek perlu cepat diganti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karet pada pintu bagasi setiap hari terpapar sinar matahari, air hujan, perubahan suhu, serta tekanan ketika pintu dibuka dan ditutup. Paparan tersebut secara perlahan dapat membuat karet menjadi keras, retak, bahkan sobek. Elastisitas karet pun lama-kelamaan akan berkurang.

Kamu sebaiknya tidak menunda perbaikan jika kondisi karet sudah mulai rusak. Membiarkannya terlalu lama justru akan memperparah kerusakan pada komponen tersebut. Berikut masalah serius yang terjadi jika karet pintu bagasi mobil dibiarkan rusak terlalu lama.

1. Air masuk ke dalam kabin

ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Karet pintu bagasi yang rusak dapat membuat air hujan maupun air saat mencuci mobil merembes ke dalam kabin. Cairan yang masuk tersebut berpotensi membasahi bagian bagasi dan interior mobil. Lama-kelamaan hal ini bisa menimbulkan bau tidak sedap dan kerusakan pada material.

Selain berfungsi menahan air, karet bagasi juga berperan sebagai peredam suara dari luar. Jika kondisinya tidak rapat, kebisingan jalan akan lebih mudah terdengar hingga ke dalam kabin. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan karet pintu bagasi selalu dalam kondisi baik agar fungsi penyekat dan peredamnya tetap optimal.

2. Gas buang masuk ke kabin

ilustrasi asap knalpot mobil (pexels.com/Khunkorn Laowisit)

Salah satu tanda karet pintu bagasi mengalami kerusakan adalah munculnya bau asap knalpot di dalam kabin. Bau tersebut bisa masuk ketika mobil berjalan karena celah pada karet sudah tidak rapat lagi. Kondisi ini tentu membuat kenyamanan berkendara menjadi terganggu.

Selain mengganggu, masuknya gas buang juga berpotensi membahayakan kesehatan bagi kamu dan penumpang. Menghirup udara dengan kandungan gas buang dalam waktu lama sebaiknya dihindari. Maka dari itu, kamu perlu segera memeriksa dan mengganti karet bagasi jika sudah menunjukkan tanda-tanda rusak.

3. Suara dalam kabin berisik

ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Burst)

Kerusakan pada karet pintu bagasi tidak hanya membuat air dan gas buang masuk ke dalam kabin. Celah yang terbentuk pada karet juga menjadi jalan masuk suara dari luar. Akibatnya, kabin mobil akan terasa lebih bising saat berkendara.

Kebisingan tersebut dapat mengurangi kenyamanan kamu selama di perjalanan. Suara gesekan ban, angin, maupun knalpot kendaraan lain akan terdengar lebih jelas. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk segera memperbaiki karet bagasi agar kabin tetap kedap suara.

4. Kotoran mudah masuk ke kabin

ilustrasi jok mobil dari bahan kulit (pexels.com/Asm Arif)

Apabila karet pintu bagasi sudah tidak rapat, celah yang terbentuk akan memudahkan debu masuk ke dalam area bagasi. Kondisi ini membuat bagian dalam bagasi menjadi lebih cepat kotor. Barang-barang yang disimpan pun berpotensi terkena debu dan kotoran.

Masalah tersebut biasanya lebih sering dialami oleh kamu yang sering melewati jalan berdebu atau belum beraspal. Partikel debu dari luar akan lebih mudah terbawa masuk ketika mobil melaju. Pastikan karet bagasi dalam kondisi rapat sangat penting agar bagasi tetap bersih.

5. Muncul bau tidak sedap

ilustrasi AC mobil bau (freepik.com/pvproduction)

Air yang merembes ke bagasi sering kali tidak segera terlihat karena diserap oleh karpet dan lapisan peredam di bawahnya. Akibatnya, pemilik mobil baru menyadari adanya kebocoran setelah baunya muncul. Kelembapan yang tertahan dalam waktu lama dapat merusak material di area bagasi.

Lingkungan yang lembap tersebut juga menjadi tempat yang ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang. Pertumbuhan mikroorganisme ini dapat menyebabkan bau apek dan memengaruhi kualitas udara di dalam kabin. Segera mengeringkan bagasi dan memperbaiki sumber kebocoran agar masalah tidak berlanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article