ilustrasi transmisi mobil DCT (pexels.com/Gustavo Fring)
Kebiasaan ini biasanya muncul karena faktor kenyamanan. Saat perjalanan jauh atau terjebak kemacetan, meletakkan tangan di atas tuas persneling terasa lebih santai dibandingkan terus memegang setir.
Padahal, mobil memiliki beberapa area lain yang memang dirancang sebagai tempat mengistirahatkan tangan, seperti armrest atau sandaran tangan. Tuas persneling sebaiknya digunakan sesuai fungsinya, yaitu hanya ketika akan memilih atau memindahkan gigi.
Selain itu, kebiasaan memegang tuas persneling terus-menerus juga dapat membuat pengemudi tanpa sadar memainkan posisi tuas. Meski tidak sampai berpindah gigi, gerakan kecil yang berulang tetap tidak diperlukan ketika mobil sedang melaju normal.
Untuk mobil bertransmisi otomatis, prinsipnya juga hampir sama. Setelah memilih posisi transmisi yang sesuai, tangan tidak perlu terus berada di tuas. Fokus utama tetap pada pengendalian setir dan kondisi lalu lintas.
Jadi, membiarkan tangan terus berada di atas tuas persneling memang terlihat sepele, tetapi ada dua alasan penting untuk menghindarinya: mengurangi beban yang tidak perlu pada mekanisme transmisi dan menjaga kedua tangan tetap siap mengendalikan setir. Gunakan tuas hanya saat perlu berpindah gigi, lalu kembalikan tangan ke posisi berkendara yang lebih aman.