Apakah Aman Mengisi Daya Mobil Listrik Sambil Menyalakan AC?

- AC mobil listrik umumnya bisa menyala saat pengisian berlangsung, terutama ketika parkir, tetapi sebagian daya masuk dipakai untuk pendinginan sehingga waktu pengisian dapat lebih lama.
- Dampak penggunaan AC bergantung pada jenis charger: pengisian AC berdaya rendah lebih terpengaruh, sedangkan DC fast charging tetap harus mengikuti batas dan panduan produsen.
- Keamanan juga ditentukan instalasi listrik; pastikan charger, kabel, stopkontak, dan pemasangan sesuai spesifikasi, serta hindari ekstensi atau sambungan yang berisiko memicu panas berlebih.
Mengisi daya mobil listrik biasanya dilakukan ketika kendaraan sedang terparkir. Namun, ada kondisi ketika pemilik ingin tetap menyalakan AC selama proses pengisian daya berlangsung, terutama saat cuaca sedang panas.
Pertanyaannya, apakah kebiasaan tersebut aman dan apakah bisa memengaruhi proses pengisian baterai? Jawabannya bergantung pada jenis mobil listrik, sistem pengisian, serta kondisi instalasi listrik yang digunakan.
1. AC tetap bisa menyala saat mengisi daya

Ilustrasi pengecasan mobil listrik.(Unsplash/Priscilla Du Preez 🇨🇦) Pada banyak mobil listrik modern, sistem kendaraan dirancang agar beberapa fitur kelistrikan tetap dapat digunakan ketika baterai sedang diisi. AC juga dapat tetap menyala pada kondisi tertentu, terutama ketika kendaraan berada dalam posisi parkir dan sistem pengisian bekerja secara normal.
Namun, energi yang digunakan untuk menjalankan AC berasal dari daya listrik yang masuk ke kendaraan. Artinya, sebagian energi tidak sepenuhnya digunakan untuk mengisi baterai. Akibatnya, proses pengisian dapat berlangsung lebih lama dibandingkan ketika AC dimatikan.
2. Perhatikan jenis pengisian daya

Ilustrasi pengecasan mobil listrik.(Unsplash/Priscilla Du Preez 🇨🇦) Penggunaan AC ketika mengisi daya juga perlu disesuaikan dengan jenis charger. Pada pengisian AC dengan daya relatif rendah, konsumsi listrik dari sistem pendingin kabin dapat lebih terasa terhadap kecepatan pengisian baterai.
Sementara itu, pengisian menggunakan DC fast charging memiliki daya yang jauh lebih besar. Meski begitu, setiap mobil memiliki sistem manajemen baterai dan batas pengisian yang berbeda. Karena itu, penggunaan AC selama pengisian sebaiknya tetap mengikuti panduan yang diberikan oleh produsen kendaraan.
3. Jangan abaikan kondisi instalasi

ilustrasi mobil listrik (unsplash.com/JUICE) Selain kemampuan mobil, kondisi sumber listrik juga perlu diperhatikan. Pastikan charger, kabel, stopkontak, dan instalasi listrik berada dalam kondisi baik dan sesuai dengan spesifikasi pengisian kendaraan.
Jika menggunakan home charging, hindari penggunaan kabel ekstensi atau sambungan listrik yang tidak sesuai kapasitas. Beban listrik dari charger ditambah perangkat lain dapat meningkatkan risiko panas berlebih pada instalasi. Gunakan perangkat pengisian yang sesuai dan pastikan pemasangannya dilakukan dengan benar.
Menyalakan AC saat mobil listrik sedang mengisi daya pada dasarnya tidak selalu berbahaya. Banyak kendaraan memang memiliki sistem yang memungkinkan fitur tersebut tetap bekerja, tetapi ada konsekuensi terhadap konsumsi energi dan lama pengisian.
Jika tidak diperlukan, mematikan AC selama pengisian bisa membuat energi yang masuk lebih optimal untuk mengisi baterai. Namun, saat berada di lokasi pengisian dan membutuhkan kenyamanan di dalam kabin, penggunaan AC tetap perlu dilakukan sesuai kemampuan kendaraan dan prosedur pengisian yang direkomendasikan produsen.
















