Ilustrasi ban mobil (pexels.com/Gaurav Kumar)
Meski kenaikan tekanan akibat panas tergolong normal, penurunan tekanan yang berulang perlu diperiksa. Jika salah satu ban menunjukkan tekanan lebih rendah dibandingkan ban lainnya, kemungkinan penyebabnya meliputi kebocoran akibat paku, pentil yang tidak rapat, atau masalah pada bagian bibir ban yang menempel pada pelek. Kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena tekanan yang kurang dapat memengaruhi stabilitas dan meningkatkan risiko kerusakan ban.
Pengemudi juga perlu memeriksa tekanan ban sebelum perjalanan jauh, terutama jika membawa banyak penumpang atau barang. Pastikan tekanan mengikuti rekomendasi pabrikan sesuai kondisi muatan kendaraan. Jangan mengandalkan tampilan ban semata karena ban yang kekurangan angin belum tentu terlihat kempis. Pemeriksaan menggunakan alat pengukur tekanan yang akurat jauh lebih membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan selama berkendara.
Jadi, tekanan ban memang bisa berubah setelah mobil dipakai jauh, terutama akibat kenaikan suhu. Kuncinya adalah memeriksa tekanan saat ban dingin dan mengikuti rekomendasi pabrikan. Dengan begitu, kondisi ban tetap terjaga tanpa melakukan penyesuaian angin yang justru tidak diperlukan.