Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mengenali Mobil Bekas yang Baru Saja Dipoles, Biar Gak Tertipu
ilustrasi mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Pemolesan bodi mobil bekas kerap dilakukan penjual untuk menaikkan daya tarik dan nilai jual, tetapi kilap cat dapat menyamarkan cacat fisik atau bekas perbaikan.
  • Waspadai aroma bahan kimia menyengat serta serbuk putih sisa kompon di celah panel, karet kaca, emblem, dan engsel pintu.
  • Periksa tekstur cat dan pantulan cahaya: permukaan terlalu licin namun tidak rata, serta swirl mark di bawah sinar terang, dapat mengungkap cacat tersembunyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil bekas kadang dipoles supaya terlihat sangat kinclong. Penjual bisa melakukan ini agar orang mau membeli. Kita bisa mencium bau cairan kuat, melihat bubuk putih di celah mobil, atau meraba cat yang licin tapi tidak rata. Saat kena cahaya, mungkin ada goresan bulat kecil yang terlihat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Proses pemolesan bodi mobil bekas sering kali dilakukan oleh penjual untuk meningkatkan nilai jual dan menarik perhatian calon pembeli. Lapisan kilap yang sempurna pada permukaan cat dapat memberi kesan bahwa kendaraan tersebut dirawat dengan sangat baik oleh pemilik sebelumnya.

Namun, kilau cat yang memikat tersebut bisa saja menjadi trik untuk menyembunyikan berbagai cacat fisik atau bekas perbaikan yang kurang sempurna. Pemahaman mengenai ciri khas mobil bekas yang baru dipoles sangat penting agar tidak terkecoh oleh tampilan luar yang menipu.

1. Aroma cairan kimia yang menyengat dan sisa serbuk putih

ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba)

Mobil yang baru saja melewati proses detailing atau pemolesan biasanya masih menyisakan aroma bahan kimia yang cukup kuat di sekitar bodi. Bau kompon atau cairan pengilap cat yang khas dapat tercium jelas jika mengamati permukaan luar kendaraan dari jarak dekat.

Selain itu, proses pemolesan sering kali meninggalkan sisa-sisa cairan kompon berbentuk serbuk putih di area yang sulit dibersihkan. Serbuk halus ini umumnya menumpuk pada celah antar panel bodi, karet kaca, emblem logo, hingga sela-sela engsel pintu mobil.

2. Permukaan cat yang terasa terlalu licin namun tidak merata

ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

Mengusap permukaan bodi mobil secara perlahan dapat memberikan petunjuk penting mengenai kondisi cat yang sebenarnya. Permukaan cat yang baru saja dipoles umumnya terasa sangat licin akibat lapisan lilin pelindung yang masih menempel tebal pada permukaan luar.

Meskipun terasa licin saat diusap, ketebalan atau tekstur gelombang pada bodi sering kali terasa berbeda di beberapa titik. Ketidakmerataan tekstur ini menjadi tanda bahwa pemolesan dilakukan secara agresif untuk menyamarkan bekas goresan dalam atau hasil pengecatan ulang yang kasar.

3. Pantulan cahaya yang menyembunyikan pola goresan melingkar

ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/SCREEN POST)

Mengamati pantulan cahaya matahari atau sinar senter pada permukaan bodi dapat membongkar kondisi cat asli kendaraan. Mobil bekas yang baru dipoles secara kilat sering kali memperlihatkan pola goresan halus melingkar atau dikenal dengan istilah swirl mark di bawah pendar cahaya.

Pantulan bayangan pada cat yang baru dipoles juga tampak sangat tajam dan berkilau secara tidak alami saat dilihat dari sudut tertentu. Pengamatan cermat di bawah pendar sinar yang terang akan membantu mendeteksi keberadaan cacat cat tersembunyi yang tertutup oleh lapisan pengilap sementara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article