Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kerak Putih di Kutub Aki Bisa Bikin Aki Cepat Soak?

3 min read
Kenapa Kerak Putih di Kutub Aki Bisa Bikin Aki Cepat Soak?
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)
  • Kerak putih di kutub aki muncul akibat reaksi kimia, dipicu uap atau kebocoran elektrolit, sambungan longgar, kelembapan tinggi, dan usia aki.
  • Endapan korosi meningkatkan hambatan sambungan listrik, sehingga starter berat, mesin sulit hidup, lampu meredup, atau terminal panas; namun bukan selalu penyebab utama aki soak.
  • Kerak perlu dibersihkan dengan aman saat mesin mati, terminal dikencangkan dan dikeringkan; kemunculan berulang perlu diperiksa karena dapat menandakan masalah pengisian atau kerusakan aki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah melihat kerak putih menempel di kutub aki mobil atau motor? Sekilas, endapan tersebut mungkin terlihat seperti kotoran biasa yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Padahal, jika dibiarkan menumpuk, kerak putih bisa mengganggu kinerja sistem kelistrikan kendaraan.

Masalahnya, aki punya peran penting untuk menghidupkan mesin dan menyuplai listrik ke berbagai komponen. Ketika sambungan aki terganggu, proses mengalirkan arus listrik bisa menjadi kurang optimal. Lantas, apa sebenarnya penyebab munculnya kerak putih dan bagaimana endapan tersebut bisa membuat aki cepat soak?

  1. 1. Kerak putih muncul akibat reaksi kimia pada kutub aki

    ilustrasi jumper aki mobil (pexels.com/Julia Avamotive)
    ilustrasi jumper aki mobil (pexels.com/Julia Avamotive)

    Kerak putih yang menempel di kutub aki umumnya berupa endapan hasil reaksi kimia yang melibatkan material terminal aki, timbal, dan senyawa dari lingkungan sekitarnya. Pada aki timbal-asam, kebocoran kecil elektrolit atau uap asam yang keluar melalui sambungan dan ventilasi dapat memicu korosi pada terminal. Reaksi dengan material logam serta udara kemudian menghasilkan endapan berwarna putih, kebiruan, atau kehijauan, bergantung pada bahan yang bereaksi.

    Selain itu, sambungan terminal yang kurang rapat, kelembapan tinggi, dan kondisi aki yang sudah menua dapat memperbesar kemungkinan terjadinya korosi. Pada aki yang menggunakan terminal berbahan timbal, endapan putih bisa berupa senyawa timbal, sedangkan warna kebiruan atau kehijauan sering berkaitan dengan korosi pada bagian tembaga. Karena itu, warna kerak saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

  2. 2. Endapan menghambat aliran listrik dari aki

    ilustrasi aki mobil (pexels.com/Themba Mtegha)
    ilustrasi aki mobil (pexels.com/Themba Mtegha)

    Kutub aki berfungsi sebagai titik penghubung antara aki dan kabel-kabel kelistrikan kendaraan. Ketika kerak menumpuk di antara terminal aki dan klem kabel, kualitas sambungan listrik dapat menurun. Hambatan listrik pada sambungan yang mengalami korosi bisa meningkat sehingga arus yang dibutuhkan kendaraan tidak mengalir secara optimal.

    Akibatnya, starter mungkin terasa lebih berat, mesin lebih sulit dihidupkan, atau lampu kendaraan meredup ketika beban listrik meningkat. Dalam kondisi tertentu, sambungan yang buruk juga bisa menimbulkan panas berlebih pada terminal. Namun, kerak putih tidak selalu menjadi penyebab utama aki soak. Jika kapasitas aki sudah menurun akibat usia, kerusakan sel, atau pengisian yang tidak optimal, membersihkan terminal saja tidak akan mengembalikan kondisi aki seperti semula.

  3. 3. Bersihkan kutub aki dan periksa kondisinya secara rutin

    ilustrasi aki mobil (suzuki.co.id)
    ilustrasi aki mobil (suzuki.co.id)

    Kerak putih sebaiknya dibersihkan ketika ditemukan, terutama jika sudah menutupi sebagian besar permukaan terminal. Sebelum membersihkan, matikan mesin dan seluruh perangkat listrik. Gunakan sarung tangan serta pelindung mata karena residu di sekitar aki berpotensi mengandung zat korosif. Hindari membersihkan terminal ketika mesin menyala atau menggunakan benda yang bisa memicu hubungan arus pendek.

    Untuk aki konvensional, ikuti petunjuk pabrikan saat melepas terminal. Umumnya, kabel negatif dilepas terlebih dahulu dan dipasang kembali paling akhir. Bersihkan endapan menggunakan sikat khusus terminal aki dan metode pembersihan yang sesuai dengan jenis aki. Pastikan terminal kering, klem terpasang kuat, dan tidak ada tanda kebocoran. Jika kerak terus muncul, periksa kemungkinan sambungan longgar, pengisian berlebihan, atau kerusakan aki di bengkel.

    Pada akhirnya, kerak putih bukan sekadar masalah penampilan di ruang mesin. Endapan tersebut bisa menjadi tanda adanya korosi atau gangguan pada sambungan kelistrikan. Pemeriksaan rutin membantu menjaga aliran listrik tetap baik sekaligus mendeteksi masalah aki sebelum kendaraan sulit dinyalakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More