CATL dan DHL Siapkan Ekosistem Baterai Listrik untuk Logistik

- CATL dan DHL menandatangani MoU untuk mempercepat elektrifikasi transportasi logistik jalan raya di Eropa serta menekan emisi melalui solusi kendaraan listrik terintegrasi.
- Kolaborasi ini memetakan rute potensial menjadi koridor logistik rendah emisi, melibatkan produsen kendaraan, dan menyiapkan infrastruktur pengisian daya bergerak maupun permanen.
- CATL dan DHL menguji penukaran baterai untuk truk berat bersama mitra ekosistem, sambil mengembangkan solusi yang dapat diperluas guna mendukung target net-zero DHL 2050.
CATL dan DHL Group sepakat memperkuat kerja sama untuk mempercepat elektrifikasi serta mengurangi emisi dari transportasi logistik jalan raya di Eropa. Kedua perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menjadi kerangka kerja pengembangan solusi kendaraan listrik untuk sektor angkutan barang.
Dilansir dari carnewschina.com, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada proyek percontohan. CATL dan DHL ingin membangun metode yang bisa diterapkan secara berulang dengan menggabungkan kebutuhan logistik, kendaraan listrik, pengisian daya, penyimpanan energi, hingga teknologi penukaran baterai.
1. Petakan jalur logistik menuju elektrifikasi

Ilustrasi CATL. (catl.com) Salah satu fokus kerja sama CATL dan DHL adalah mengidentifikasi jalur logistik yang memiliki potensi untuk dialihkan ke kendaraan listrik. Rute tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi green corridor atau koridor logistik rendah emisi yang mendukung penggunaan kendaraan niaga listrik.
Keduanya juga akan melibatkan produsen kendaraan listrik serta mengembangkan infrastruktur pengisian daya. Solusi yang disiapkan mencakup stasiun pengisian daya bergerak dan permanen, sehingga kebutuhan energi armada dapat disesuaikan dengan karakteristik operasional logistik.
2. Baterai swap disiapkan untuk truk berat

Ilustrasi CATL. (catl.com) Selain pengisian daya, CATL dan DHL akan menjalankan proyek percontohan battery swapping untuk kendaraan berat. Teknologi ini memungkinkan baterai kendaraan diganti dengan baterai yang sudah terisi, sehingga waktu berhenti untuk mengisi energi dapat ditekan dibandingkan pengisian konvensional.
Ekosistem tersebut melibatkan sejumlah perusahaan, termasuk Quibo Energy, FleetBoost, dan Swaptopus. Quibo mengembangkan solusi pembangkit listrik bergerak, sedangkan FleetBoost menyediakan sistem pengisian daya berdaya tinggi dan penyimpanan energi. Swaptopus sendiri merupakan perusahaan patungan CATL dan Octopus Energy yang berfokus membangun jaringan penukaran baterai truk listrik di Eropa.
3. Targetkan solusi logistik yang bisa diperluas

Ilustrasi CATL. (catl.com) Akin Li, Executive President of CATL Overseas Business, mengatakan elektrifikasi angkutan barang membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Ia menyebut CATL ingin menggabungkan kebutuhan logistik dengan kendaraan, pengisian daya, penyimpanan energi, penukaran baterai, serta layanan sepanjang siklus hidup kendaraan.
“By combining real logistics demand with vehicles, charging, energy storage, battery swapping and lifecycle services, CATL plans to work with DHL and other ecosystem partners to create practical and scalable solutions for zero-emission freight,” ujar Li.
Bagi DHL Group, kerja sama ini mendukung target perusahaan untuk mencapai emisi nol bersih dari aktivitas logistik pada 2050. Melalui kolaborasi tersebut, DHL ingin memperluas penerapan solusi angkutan barang berkelanjutan dalam kegiatan operasionalnya di Eropa, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem logistik listrik yang lebih terintegrasi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















