ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)
Mobil bermesin 2.000 cc umumnya menawarkan tenaga lebih besar untuk menghadapi beban kendaraan dan kebutuhan berkendara yang lebih berat. Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar biasanya lebih tinggi. Dalam penggunaan perkotaan, rata-rata konsumsi dapat berada di kisaran 8-12 km/l, sedangkan perjalanan luar kota bisa mencapai sekitar 12-16 km/l jika dikendarai secara stabil.
Meski begitu, kapasitas mesin bukan satu-satunya penentu boros atau irit. Mesin 2.000 cc dengan teknologi modern bisa saja menghasilkan konsumsi yang mendekati mesin lebih kecil dalam kondisi tertentu. Faktor seperti bobot mobil, rasio transmisi, aerodinamika, tekanan ban, kondisi mesin, kemacetan, dan gaya berkendara sangat berpengaruh. Karena itu, angka konsumsi bensin sebaiknya dipandang sebagai kisaran, bukan angka pasti. Mobil dengan kapasitas mesin sama pun dapat memiliki konsumsi berbeda tergantung teknologi dan kondisi penggunaannya.