ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
Dominasi mobil listrik terlihat semakin jelas karena tidak ada kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE yang masuk 10 besar. Toyota Corolla menjadi mobil bermesin bensin dengan posisi tertinggi, tetapi hanya berada di peringkat ke-13 setelah mencatat penjualan 14.675 unit.
Ini menjadi kali kedua sepanjang 2026 ketika mobil bermesin bensin tersingkir dari daftar 10 besar mobil terlaris China. Dalam daftar 20 besar, hanya lima model ICE yang berhasil bertahan, yakni Toyota Corolla Cross, Geely Starray, Volkswagen Lavida, Toyota RAV4, dan Geely Monjaro. Volkswagen Lavida menjadi satu-satunya sedan dalam kelompok tersebut.
Performa beberapa model bensin lama juga terlihat menurun. Volkswagen Lavida dan Nissan Sylphy, yang sebelumnya dikenal sebagai penjual konsisten di atas 20 ribu unit per bulan, kini berada jauh dari posisi teratas. Nissan Sylphy bahkan turun ke peringkat ke-23 dengan penjualan hanya 12.227 unit.
Sementara itu, BYD menempatkan empat model di 20 besar, yakni Atto 2, Song Ultra, Song Pro, dan Sealion 6. Jika Fang Cheng Bao Ti7 ikut dihitung, total ada lima model dari grup BYD yang masuk daftar tersebut.
Secara kumulatif Januari hingga Agustus 2026, Geely EX2 juga masih menjadi mobil listrik China terlaris dengan total 266.166 unit. Posisi berikutnya ditempati Tesla Model Y dengan 226.931 unit dan Li Auto i6 dengan 152.845 unit. Data ini memperlihatkan bahwa persaingan mobil listrik di China semakin ketat, sekaligus menandakan pergeseran besar dari mobil bermesin konvensional.