Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Geely-NIO Perluas Kerja Sama Battery Swapping dan Charging
Geely EX2 di GIIAS 2026 (Dok. Geely)
  • Geely memperluas kemitraan dengan NIO untuk membangun ekosistem energi kendaraan listrik terhubung, meliputi standar teknologi, battery swapping, jaringan charging, dan investasi silang.

  • Geely akan menginvestasikan RMB640 juta serta mengalihkan Yiyi Power ke NIO Power, sehingga menguasai 30 persen saham dan mendukung layanan battery swapping kendaraan komersial maupun penumpang.

  • NIO akan memiliki 10 persen Haohan Energy milik Geely untuk memperkuat smart charging, menghubungkan infrastruktur kedua perusahaan, serta memperluas jangkauan dan efisiensi pengisian daya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Geely Holding Group dan NIO memulai kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik.

2025

Geely Auto mencatat penjualan 3.024.567 unit, termasuk 1.687.767 kendaraan energi baru.

kini

Geely dan NIO memperluas kerja sama mencakup investasi silang, standar battery swapping, integrasi jaringan pengisian daya, dan layanan penggantian baterai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Geely Holding Group dan NIO memperluas kerja sama kendaraan listrik mencakup investasi silang, pengembangan standar battery swapping, integrasi jaringan pengisian daya, dan layanan pengisian daya pintar.
  • Who?
    Geely Holding Group, NIO, NIO Power, Yiyi Internet Technology atau Yiyi Power, serta Zhejiang Haohan Energy Technology terlibat dalam transaksi dan pengembangan infrastruktur energi kendaraan listrik.
  • Where?
    Kerja sama melibatkan jaringan battery swapping dan pengisian daya milik Geely serta NIO; lokasi operasional rinci per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Kolaborasi telah berjalan sejak 2023 dan diperluas melalui kesepakatan terbaru. Waktu penyelesaian transaksi investasi hingga saat ini belum ada kepastian.
  • Why?
    Kemitraan diarahkan membangun ekosistem energi kendaraan listrik yang lebih terhubung, memperluas cakupan pengisian daya, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung kebutuhan armada komersial.
  • How?
    Geely akan mengalihkan kepemilikan Yiyi Power dan menambah investasi RMB 640 juta di NIO Power, sedangkan NIO berinvestasi di Haohan Energy serta menghubungkan infrastruktur pengisian daya kedua perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Geely dan NIO bekerja sama lagi untuk mobil listrik. Mereka mau membuat tempat isi daya dan tukar baterai jadi lebih banyak. Geely akan punya 30 persen NIO Power. NIO akan punya 10 persen Haohan Energy milik Geely. Mereka ingin jaringan isi daya tersambung dan membantu banyak mobil listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kemitraan Geely dan NIO menampilkan pendekatan kolaboratif dalam membangun layanan energi kendaraan listrik yang lebih terhubung. Investasi silang, penyelarasan standar battery swapping, serta integrasi jaringan pengisian daya memberi dasar bagi pemanfaatan infrastruktur yang lebih luas dan efisien, sekaligus mendukung kebutuhan kendaraan penumpang maupun armada komersial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Geely Holding Group dan NIO memperkuat kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik. Kolaborasi yang sudah berjalan sejak 2023 ini kini diperluas mencakup teknologi dan standar bersama, integrasi jaringan pengisian daya, layanan battery swapping, hingga investasi.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem energi kendaraan listrik yang lebih terhubung. Salah satu langkah utamanya adalah investasi silang antara kedua perusahaan, sekaligus pengembangan standar battery swapping untuk kendaraan penumpang dan perluasan jaringan pengisian daya.

1. Geely investasi di NIO Power

Launching Geely Starray EM-i. (IDN Times/Fadhliansyah)

Dalam kesepakatan terbaru, Geely Holding Group akan berinvestasi di NIO Power dengan mengalihkan seluruh kepemilikannya di Yiyi Internet Technology atau Yiyi Power, serta menambahkan investasi tunai sebesar RMB 640 juta.

Setelah transaksi rampung, Geely Holding Group akan memiliki 30 persen saham NIO Power. NIO Power nantinya mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial serta pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.

Kolaborasi juga mencakup pengembangan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk kendaraan penumpang. Geely akan mengembangkan model kendaraan yang mendukung sistem tersebut, sementara NIO Power menyediakan layanan battery swapping untuk model terkait.

2. NIO ikut berinvestasi di bisnis smart charging Geely

Review Geely EX5 (IDN Times/Fadhliansyah)

NIO juga akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology atau Haohan Energy, perusahaan yang merupakan bagian dari Geely Holding Group.

Setelah transaksi selesai, NIO akan memiliki 10 persen saham Haohan Energy. Investasi ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi di sektor smart charging atau pengisian daya pintar.

Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan juga akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya masing-masing. Tujuannya memperluas cakupan jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional layanan pengisian daya kendaraan listrik.

3. Battery swapping jadi bagian dari ekosistem EV yang lebih terhubung

Menyetir Geely EX2 Max (IDN Times/Fadhliansyah)

Kerja sama Geely dan NIO menunjukkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga infrastruktur energi yang mendukungnya.

CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, mengatakan jaringan pengisian daya merupakan infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, jaringan tersebut perlu dibangun secara bersama, terbuka, dan saling terhubung.

Sementara itu, Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li, menyebut kerja sama ini akan mempererat kolaborasi kedua perusahaan dalam teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi.

Bagi Geely, langkah ini juga sejalan dengan ekspansi bisnis kendaraan energi barunya. Dalam rilis tersebut disebutkan, Geely Auto mencatat penjualan 3.024.567 unit pada 2025, dengan penjualan kendaraan energi baru mencapai 1.687.767 unit atau naik 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article