Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Honda Siapkan Strategi Pangkas Waktu Tunggu Prelude
Desain sporty Honda Prelude (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Honda Prelude mencatat sekitar 390 pemesanan sejak diperkenalkan awal 2026, sementara pengiriman baru sekitar 140 unit hingga akhir Oktober karena alokasi terbatas.

  • HPM menargetkan kuota pengiriman 150 unit pada 2026 dan berkoordinasi dengan prinsipal Jepang agar masa tunggu pemesan baru tidak melampaui satu tahun atau sampai 2028.

  • Prelude CBU dari Jepang dibanderol Rp925 juta-Rp975 juta, mengusung sistem hybrid e:HEV dan S+ Shift, serta diposisikan Honda sebagai daily sportscar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Honda mengupayakan pemangkasan waktu tunggu pengiriman Honda Prelude di Indonesia setelah pemesanan mobil sport hybrid ini mencapai sekitar 390 unit, sementara pengiriman baru sekitar 140 unit.
  • Who?
    PT Honda Prospect Motor, termasuk Sales & Marketing Director Yusak Billy, berkoordinasi dengan prinsipal Honda di Jepang. Konsumen pemesan Honda Prelude terdampak keterbatasan alokasi unit.
  • Where?
    Distribusi Honda Prelude berlangsung di Indonesia, dengan unit didatangkan secara utuh atau completely built up dari Jepang. Keterangan terkait strategi ini disampaikan di Tangerang.
  • When?
    Pemesanan Prelude dibuka pada Januari 2026. Hingga akhir Oktober 2026, sekitar 140 unit telah dikirim. Honda menargetkan kuota 150 unit tahun 2026 selesai sekitar November.
  • Why?
    Permintaan Prelude tinggi, sedangkan alokasi pasokan terbatas. Honda berupaya agar konsumen yang memesan saat ini tidak menghadapi masa tunggu lebih dari satu tahun atau hingga 2028.
  • How?
    HPM berkoordinasi dengan prinsipal Honda di Jepang untuk mengupayakan tambahan ketersediaan unit dan mengatur distribusi. Kepastian jadwal pengiriman konsumen masih menunggu informasi lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Honda Prelude banyak yang pesan di Indonesia. Hampir 400 mobil sudah dipesan, tapi baru sekitar 140 mobil dikirim. Mobil ini datang dari Jepang, jadi jumlahnya sedikit. Honda sedang bicara dengan Honda Jepang supaya pembeli tidak menunggu lebih dari setahun. Tahun ini Honda mau mengirim sekitar 150 mobil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Minat hampir 400 pemesan terhadap Honda Prelude memperlihatkan daya tarik kuat mobil sport hybrid ini, bahkan di segmen harga tinggi. Di tengah pasokan CBU yang terbatas, koordinasi HPM dengan prinsipal Jepang untuk menjaga masa tunggu tidak melampaui setahun menunjukkan perhatian pada kepastian pengiriman dan kepercayaan konsumen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Honda Prelude menunjukkan respons positif dari konsumen Indonesia sejak pertama kali diperkenalkan pada awal 2026.

Mobil sport hybrid tersebut kini mencatat jumlah pemesanan hampir 400 unit, tetapi proses pengiriman kepada konsumen masih berlangsung secara bertahap karena keterbatasan alokasi unit.

Tingginya permintaan membuat PT Honda Prospect Motor (HPM) perlu mengatur distribusi Prelude agar konsumen tidak harus menunggu terlalu lama.

Pasalnya, hingga akhir Oktober 2026, jumlah unit yang sudah dikirimkan baru sekitar 140 unit, sementara kuota pengiriman untuk tahun ini ditargetkan mencapai 150 unit.

1. Pemesanan Honda Prelude hampir menyentuh 400 unit

Sensasi berkendara sporty bersama Honda Prelude (IDN Times/Fadhliansyah)

Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan jumlah pemesanan Honda Prelude saat ini sudah berada di kisaran 390 unit.

Angka tersebut menunjukkan minat konsumen terhadap mobil sport hybrid Honda masih cukup tinggi, meskipun ditawarkan dengan harga mendekati Rp1 miliar.

“Kalau Honda Prelude itu sudah hampir 400, di 390-an unit. Tapi yang sudah dikirimkan sekitar 140 unit sekian. Tahun ini jatahnya 150. Jadi sampai November kira-kira 150 sudah selesai kuotanya,” kata Billy di Tangerang, Kamis (29/10/2026).

Dengan demikian, masih ada selisih cukup besar antara jumlah pemesanan dan unit yang sudah diterima konsumen. Apabila kuota pengiriman tahun ini terpenuhi, konsumen yang belum mendapatkan unit kemungkinan harus masuk dalam alokasi pengiriman berikutnya.

Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa permintaan Prelude tidak hanya muncul saat periode awal peluncuran. Sebelumnya, Honda telah mencatat lebih dari 280 pemesanan menjelang pengiriman perdana pada Mei 2026.

Bahkan, sebanyak 20 unit pertama telah diserahkan kepada konsumen pada tahap awal distribusi.

2. Honda koordinasi dengan Jepang untuk memangkas waktu tunggu

Penyerahan unit perdana Prelude ke konsumen (Dok. Honda)

Keterbatasan pasokan menjadi tantangan tersendiri bagi Honda dalam memenuhi permintaan konsumen. Apalagi, Prelude yang dipasarkan di Indonesia didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari Jepang.

Billy mengatakan HPM saat ini tengah berkoordinasi dengan prinsipal Honda di Jepang untuk mengupayakan ketersediaan unit sekaligus menjaga waktu tunggu konsumen agar tidak terlalu panjang.

“Untuk masa tunggunya, kami sedang koordinasi sama Jepang prinsipal untuk masa tunggunya jangan lebih dari setahun. Saat ini sedang berkoordinasi agar konsumen yang beli sekarang masa tunggunya jangan sampai 2028,” ujarnya.

Upaya tersebut menjadi penting mengingat konsumen yang melakukan pemesanan pada periode sekarang berpotensi menghadapi waktu tunggu cukup lama apabila pasokan tidak segera ditambah.

Honda perlu memastikan distribusi unit berjalan sesuai kebutuhan pasar, terutama karena sebagian konsumen sudah melakukan pemesanan sejak awal tahun.

Kepastian waktu pengiriman juga menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan dalam jumlah terbatas.

3. Honda Prelude dibanderol hampir Rp1 miliar

Interior Honda Prelude (Honda)

Honda resmi membuka pemesanan Prelude di Indonesia pada Januari 2026. Mobil sport tersebut dipasarkan dengan rentang harga sekitar Rp925 juta hingga Rp975 juta, tergantung ketentuan harga yang berlaku di masing-masing wilayah.

Kehadiran model ini sekaligus menandai kembalinya nama Prelude dengan pendekatan teknologi elektrifikasi. Generasi keenam tersebut mengusung sistem hybrid e:HEV yang memadukan efisiensi bahan bakar dengan karakter berkendara sporty.

Honda juga menyematkan teknologi S+ Shift untuk menghadirkan sensasi perpindahan gigi virtual dan respons berkendara yang lebih dinamis. Teknologi ini dirancang agar pengalaman mengemudi tetap terasa menyenangkan meskipun Prelude sudah menggunakan sistem elektrifikasi.

Honda memosisikan Prelude sebagai daily sportscar, yakni mobil sport yang tidak hanya mengutamakan performa, tetapi juga tetap dirancang untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Dengan jumlah pemesanan yang hampir mencapai 400 unit, tantangan Honda berikutnya adalah memastikan ketersediaan pasokan.

Keberhasilan memperpendek waktu tunggu akan menjadi faktor penting agar tingginya minat konsumen terhadap Prelude bisa diikuti dengan realisasi pengiriman unit.

Curated For You

Editorial Team

Related Article