Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Faktor yang Mempercepat Kerusakan Permukaan Setir Mobil

2 min read
3 Faktor yang Mempercepat Kerusakan Permukaan Setir Mobil
ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Michael Odelberth)
  • Setir mobil lebih cepat menurun kualitasnya karena intens berinteraksi dengan tangan, sehingga kontak harian membuat permukaannya rentan rusak dibanding beberapa bagian kabin lain.
  • Keringat tangan yang mengandung garam dan zat asam dapat merapuhkan lapisan setir hingga mengelupas, terutama saat berkendara lama dalam kabin panas.
  • Paparan matahari membuat permukaan setir keras, kering, dan retak, sementara usia pemakaian jangka panjang mengurangi elastisitas materialnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di dalam kabin mobil, setir menjadi komponen yang paling intens berinteraksi dengan tangan kamu setiap hari. Oleh karena itu, wajar jika kualitas permukaannya lebih cepat menurun dibandingkan dengan bagian lain seperti jok atau plafon. Kontak yang terus-menerus inilah yang membuat setir lebih rentan mengalami kerusakan.

Banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa permukaan setir bisa rusak lebih cepat dari perkiraan. Kebiasaan-kebiasaan kecil saat berkendara ternyata turut memberikan dampak pada keawetannya. Tanpa disadari, ada beberapa penyebab utama yang membuat kondisi setir menjadi cepat memburuk.

  1. 1. Keringat tangan

    ilustrasi menyetir mobil
    ilustrasi menyetir mobil (pexels.com/Adrien Gambet)

    Keringat yang keluar dari tangan kamu mengandung garam dan zat asam yang cukup tinggi. Kandungan tersebut secara perlahan dapat merusak lapisan kulit pada setir mobil. Jika dibiarkan terus-menerus, pori-pori permukaan setir akan menjadi rapuh dan mudah mengelupas.

    Kondisi ini biasanya semakin parah ketika kamu mengemudi dalam waktu yang lama. Suhu panas di dalam kabin juga akan membuat produksi keringat menjadi semakin banyak. Akibatnya, kerusakan pada permukaan kulit setir pun terjadi jauh lebih cepat.

  2. 2. Panas matahari

    ilustrasi menyetir mobil
    ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Amrut Roul)

    Paparan sinar matahari yang masuk melalui kaca depan mobil dapat memberikan dampak buruk bagi setir. Suhu panas yang tinggi secara bertahap akan membuat material permukaannya menjadi keras dan kaku. Jika kondisi ini terus berlanjut, permukaan setir pun akan mulai menunjukkan keretakan.

    Kerusakan tersebut biasanya diawali dengan tekstur setir yang terasa lebih kering dan kasar saat kamu sentuh. Lama-kelamaan, retakan halus akan muncul dan semakin meluas ke seluruh bagian. Hal ini tentu akan mengurangi kenyamanan kamu saat menggenggam setir ketika berkendara.

  3. 3. Usia pemakaian

    ilustrasi menyetir mobil
    ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/why kei)

    Seiring berjalannya waktu, usia pemakaian kendaraan yang semakin bertambah akan memengaruhi kualitas material di dalamnya. Tidak ada material apa pun yang dapat bertahan secara permanen tanpa mengalami penurunan kualitas. Proses penuaan ini merupakan hal yang wajar terjadi pada setiap komponen mobil.

    Setir mobil juga tidak luput dari dampak penurunan kualitas akibat pemakaian jangka panjang. Elastisitas permukaannya akan berkurang dan tidak lagi senyaman ketika masih baru. Oleh karena itu, kamu perlu memberikan perawatan ekstra agar kondisinya tetap terjaga dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More