Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Keluhan yang Paling Sering Dirasakan Pemilik Mobil China

3 min read
Tiga Keluhan yang Paling Sering Dirasakan Pemilik Mobil China
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba)
  • Keluhan paling menonjol menyasar sistem infotainment dan elektronik, dengan 4.635 pengaduan pada 2024 terkait gangguan layar, konektivitas, audio, video, serta fungsi fitur pintar.
  • Kualitas komponen dan ketahanan kendaraan turut disorot: ada 63.300 pengaduan aksesori bodi serta kelistrikan, sementara studi J.D. Power mencatat peningkatan masalah penggunaan jangka panjang.
  • Layanan purnajual memicu 65.700 pengaduan, mencakup biaya servis, penjualan, petugas, dan teknisi; perubahan harga juga dikeluhkan dalam 18.100 kasus di seluruh kategori kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pasar otomotif China berkembang sangat cepat. Produsen berlomba menghadirkan mobil dengan layar besar, fitur pintar, teknologi bantuan mengemudi, dan harga kompetitif. Namun, perkembangan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah pemilik kendaraan masih menyampaikan keluhan terkait kualitas produk maupun layanan setelah pembelian.

Laporan pengaduan konsumen memberikan gambaran mengenai persoalan yang sering muncul. Meski tidak semua keluhan secara khusus ditujukan kepada mobil listrik atau merek lokal China, datanya bisa menjadi bahan untuk melihat tantangan industri otomotif di negara tersebut.

  1. 1. Sistem hiburan dan fitur elektronik bermasalah

    kabin mobil
    ilustrasi kabin mobil (freepik.com/standret)

    Keluhan mengenai sistem hiburan atau infotainment menjadi salah satu persoalan yang cukup menonjol. Berdasarkan laporan pengaduan industri otomotif China 2024 dari Ipsos Consulting, terdapat 4.635 pengaduan terkait kerusakan sistem audio dan video. Masalah ini menempati urutan pertama dalam daftar keluhan kualitas kendaraan. Pengguna bisa menghadapi gangguan pada layar, konektivitas, maupun fungsi sistem hiburan.

    Temuan J.D. Power dalam China Initial Quality Study 2026 juga menunjukkan bahwa fitur elektronik dan sistem infotainment masih menjadi bagian penting dalam evaluasi kualitas kendaraan. Studi tersebut mengukur 218 gejala masalah pada sembilan kategori. Secara keseluruhan, kualitas awal kendaraan di China membaik menjadi 211 masalah per 100 kendaraan, turun delapan poin dibandingkan 2025. Meski demikian, perkembangan fitur pintar tetap menuntut produsen meningkatkan pengujian dan keandalannya.

  2. 2. Kualitas komponen dan ketahanan kendaraan

    ilustrasi bengkel mobil
    ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Laurel and Michael Evans)

    Keluhan berikutnya berkaitan dengan kualitas komponen. Laporan Ipsos Consulting mencatat sebanyak 63.300 pengaduan terkait aksesori bodi dan komponen kelistrikan pada seluruh jenis kendaraan selama 2024. Pada kendaraan energi baru atau NEV, kategori ini mencapai sekitar 15.300 pengaduan atau 34 persen dari total pengaduan NEV. Masalah tersebut menunjukkan bahwa komponen eksterior dan kelistrikan perlu mendapat perhatian lebih.

    J.D. Power melalui Vehicle Dependability Study 2025 juga menemukan peningkatan masalah kendaraan yang dialami pemilik di China. Angkanya mencapai 197 masalah per 100 kendaraan, naik tujuh poin dibandingkan tahun sebelumnya. Gangguan fitur pintar, suara, getaran, dan kualitas penggunaan jangka panjang menjadi beberapa persoalan yang disorot. Namun, studi ini secara khusus mengukur kendaraan bermesin pembakaran internal berusia 13 hingga 48 bulan, sehingga tidak bisa langsung dianggap mewakili seluruh mobil listrik China.

  3. 3. Pelayanan purnajual dan perubahan harga

    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)

    Keluhan lain yang cukup sering muncul adalah pelayanan setelah pembelian. Laporan Ipsos Consulting mencatat sekitar 65.700 pengaduan terkait layanan sepanjang 2024. Persoalannya mencakup biaya servis, dugaan penipuan penjualan, sikap petugas, hingga kemampuan teknisi. Khusus kendaraan energi baru, pengaduan mengenai biaya layanan mencapai sekitar 13.200 kasus atau 29 persen dari total pengaduan NEV.

    Perubahan harga juga menjadi sumber ketidakpuasan. Konsumen bisa merasa dirugikan ketika harga kendaraan turun tidak lama setelah pembelian, terutama jika diskon besar diberikan tanpa penjelasan yang memadai. Laporan tersebut mencatat 18.100 pengaduan terkait perubahan harga pada seluruh kategori kendaraan. Karena itu, persaingan harga perlu diimbangi transparansi penjualan dan pelayanan purnajual yang konsisten.

    Ketiga persoalan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan harga dan teknologi saja belum cukup. Produsen mobil China tetap perlu menjaga kualitas komponen, keandalan perangkat lunak, serta layanan setelah kendaraan sampai ke tangan konsumen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More