Jangan Diabaikan, Ini Waktu Tepat Ganti Oli Matic Mobil

- Interval penggantian oli matic setiap 40.000-80.000 km, sesuai buku manual kendaraan dan kondisi penggunaan.
- Tanda-tanda perlu ganti oli: perpindahan gigi kasar, kurang responsif, perubahan warna dan bau oli.
- Penggantian oli lebih murah daripada perbaikan transmisi yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Jakarta, IDN Times - Perawatan transmisi kerap luput dari perhatian pemilik mobil, terutama pada kendaraan bertransmisi matic. Banyak pengguna beranggapan oli transmisi bisa bertahan sangat lama, bahkan ada yang mengira tidak perlu diganti selama mobil masih bisa berjalan normal. Padahal, oli matic memegang peran krusial dalam menjaga performa, kenyamanan, dan usia pakai transmisi.
Berbeda dengan oli mesin yang lebih familiar bagi pemilik kendaraan, oli transmisi matic bekerja di balik sistem yang lebih kompleks.
Ia berfungsi sebagai pelumas, pendingin, sekaligus media hidrolik untuk perpindahan gigi. Jika kualitasnya menurun, dampaknya tidak hanya terasa pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berisiko menimbulkan kerusakan serius yang biayanya tidak murah.
1. Interval penggantian oli matic

Melansir beberapa sumber, pabrikan merekomendasikan penggantian oli matic setiap 40.000 hingga 80.000 kilometer, tergantung jenis transmisi dan karakter kendaraan.
Transmisi matic konvensional (AT) umumnya memiliki interval yang berbeda dibanding CVT, DCT, atau transmisi otomatis modern lainnya. Oleh karena itu, acuan utama tetap buku manual kendaraan.
Namun, kondisi penggunaan di lapangan sering kali membuat interval tersebut perlu disesuaikan. Mobil yang lebih sering digunakan di kemacetan, membawa beban berat, atau menempuh rute menanjak secara rutin akan membuat oli matic bekerja lebih keras.
Dalam kondisi seperti ini, penggantian oli transmisi sebaiknya dilakukan lebih cepat untuk menjaga performa dan mencegah keausan dini.
2. Tanda oli matic mulai menurun kualitasnya

Selain mengacu pada jarak tempuh, ada beberapa gejala yang bisa menjadi indikator bahwa oli matic perlu diganti. Salah satunya adalah perpindahan gigi yang terasa kasar atau tersendat.
Mobil juga bisa terasa kurang responsif saat berakselerasi, bahkan muncul getaran halus saat berpindah gigi.
Perubahan warna dan bau oli juga patut diperhatikan. Oli matic yang masih baik umumnya berwarna merah atau kuning jernih, tergantung spesifikasinya.
Jika warnanya menggelap dan tercium bau gosong, itu menandakan oli telah kehilangan kemampuan pelumasan dan pendinginannya. Mengabaikan tanda-tanda ini berisiko mempercepat kerusakan komponen transmisi.
3. Biaya ganti oli lebih murah dibanding perbaikan transmisi

Banyak pemilik mobil menunda penggantian oli matic demi menghemat biaya, padahal langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan pengeluaran yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Kerusakan transmisi matic bisa menelan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung tingkat kerusakannya.
Dengan mengganti oli transmisi secara berkala dan menggunakan spesifikasi yang sesuai rekomendasi pabrikan, pemilik mobil tidak hanya menjaga keawetan komponen, tetapi juga mempertahankan kenyamanan berkendara.
Dalam jangka panjang, perawatan sederhana ini menjadi investasi penting untuk menjaga nilai dan keandalan kendaraan.












![[QUIZ] Seberapa Paham Kamu dengan Arti Lampu Indikator di Mobil?](https://image.idntimes.com/post/20250909/pexels-introspectivedsgn-4732671_773a8019-05cd-45cb-b480-4f6d626baa1e.jpg)






