Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ternyata Ini Alasan Ukuran Roda Depan Motor Trail Lebih Besar

ilustrasi motor trail enduro (unsplash.com/Billy Freeman)
ilustrasi motor trail enduro (unsplash.com/Billy Freeman)
Intinya sih...
  • Membantu roda depan lebih mudah hadapi rintanganDiameter roda depan yang lebih besar berfungsi untuk memudahkan motor melintasi rintangan seperti batu, akar pohon, atau gundukan tanah.
  • Menjaga stabilitas di berbagai medanRoda depan berdiameter besar juga berperan penting dalam menjaga arah dan stabilitas motor, terutama saat melaju di medan berpasir atau berlumpur.
  • Optimalisasi traksi dan tenaga di roda belakangRoda belakang pada motor trail dirancang untuk memaksimalkan traksi dan penyaluran tenaga dengan diameter yang lebih kecil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Motor trail dirancang untuk menghadapi medan yang jauh lebih menantang dibandingkan penggunaan on-road. Permukaan tanah, pasir, lumpur, hingga bebatuan menuntut karakter kendaraan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus memberikan kontrol maksimal bagi pengendaranya.

Salah satu ciri khas yang paling mudah dikenali dari motor trail adalah perbedaan diameter roda depan dan belakang.

Umumnya, motor trail menggunakan roda depan berdiameter lebih besar, seperti 21 inci, sementara roda belakang berada di kisaran 18 atau 19 inci.

1. Membantu roda depan lebih mudah hadapi rintangan

ilustrasi motor trail motocross (unsplash.com/Erik Mclean)
ilustrasi motor trail motocross (unsplash.com/Erik Mclean)

Diameter roda depan yang lebih besar berfungsi untuk memudahkan motor melintasi rintangan seperti batu, akar pohon, atau gundukan tanah.

Roda dengan diameter besar memiliki sudut serang yang lebih landai saat menghantam objek, sehingga roda tidak mudah tersangkut atau terhenti secara mendadak.

Kondisi ini sangat penting pada medan off-road, di mana rintangan sering kali muncul secara tidak terduga.

Dengan roda depan yang lebih besar, motor trail menjadi lebih stabil dan pengendara memiliki waktu reaksi yang lebih baik saat menghadapi permukaan jalan yang tidak rata.

2. Menjaga stabilitas di berbagai medan

ilustrasi motor trail (unsplash.com/Federico Vitale)
ilustrasi motor trail (unsplash.com/Federico Vitale)

Roda depan berdiameter besar juga berperan penting dalam menjaga arah dan stabilitas motor, terutama saat melaju di medan berpasir atau berlumpur. Permukaan seperti ini cenderung membuat roda mudah tenggelam atau kehilangan arah jika menggunakan diameter yang terlalu kecil.

Dengan diameter yang lebih besar, roda depan mampu “mengapung” lebih baik di atas permukaan lunak, sehingga arah motor lebih mudah dikendalikan. Efek ini membantu pengendara menjaga jalur yang diinginkan tanpa harus melakukan koreksi setang berlebihan.

3. Optimalisasi traksi dan tenaga di roda belakang

ilustrasi mengendarai motor trail (pexels.com/Jordan Bergendahl)
ilustrasi mengendarai motor trail (pexels.com/Jordan Bergendahl)

Sementara roda depan difokuskan pada stabilitas dan kemampuan melintasi rintangan, roda belakang pada motor trail dirancang untuk memaksimalkan traksi dan penyaluran tenaga.

Diameter yang lebih kecil memungkinkan penggunaan ban dengan profil lebih tebal dan tapak yang agresif, sehingga cengkeraman ke tanah menjadi lebih optimal.

Selain itu, roda belakang berdiameter lebih kecil membantu meningkatkan respons akselerasi di medan off-road. Kombinasi ini membuat motor trail lebih mudah dikendalikan saat menanjak, berakselerasi di tanah lunak, atau melakukan manuver teknis yang membutuhkan kontrol tenaga presisi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Begini Simulasi Kredit Motor dengan Gaji Lima Juta Rupiah

10 Jan 2026, 07:05 WIBAutomotive