ilustrasi mobil di jalan basah (unsplash.com/C Joyful)
Setiap kendaraan memiliki lebar tapak ban, jarak antarroda, bobot, serta karakteristik pengendalian yang berbeda. Jejak ban mobil di depan belum tentu berada pada posisi yang sama dengan bidang kontak ban kendaraan yang mengikutinya. Perbedaan lebar kendaraan dan jarak sumbu roda juga membuat jalur yang dilewati ban depan belum tentu sama persis dengan jalur ban belakang.
Selain itu, kondisi ban setiap kendaraan juga tidak seragam. Mobil di depan mungkin menggunakan ban baru dengan alur telapak yang masih dalam, sedangkan mobil di belakang memiliki ban yang sudah mulai aus. Kemampuan membuang air dan mempertahankan traksi pun berbeda. Karena itu, pengemudi sebaiknya tidak menjadikan jejak ban kendaraan lain sebagai patokan utama ketika melintasi jalan basah.
Lantas, bagaimana cara berkendara yang lebih aman? Kurangi kecepatan sebelum melewati genangan, jaga jarak dengan kendaraan di depan, dan hindari gerakan setir maupun pengereman mendadak. Perhatikan kondisi jalan secara menyeluruh, bukan hanya jalur yang dilalui kendaraan lain. Dengan begitu, risiko kehilangan traksi maupun mengalami kecelakaan saat hujan dapat dikurangi.