ilustrasi isi bensin (pexels.com/Erik Mclean)
Saat petugas atau pengendara terus menambahkan bensin setelah nozzle otomatis berhenti, bahan bakar dapat naik terlalu tinggi hingga mencapai leher pengisian. Jika kendaraan bergerak setelahnya, bensin berpotensi mengalir kembali atau tumpah keluar.
Bensin yang tumpah bukan hanya pemborosan. Cairan tersebut juga mudah menguap dan menghasilkan uap yang mudah terbakar. Selain itu, bensin yang mengenai permukaan cat kendaraan secara berulang dapat berpotensi merusak lapisan permukaan jika tidak segera dibersihkan.
Kebiasaan mengisi setelah nozzle otomatis berhenti juga dapat membuat bahan bakar masuk ke bagian sistem yang seharusnya digunakan untuk menampung uap. Pada kendaraan tertentu, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kerja sistem evaporative emission control.