Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jangan Terpaku Kilometer, 5 Hal Ini Lebih Penting saat Cek Mobil Bekas
ilustrasi sales mobil (pedes.com/Gustavo Fring)
  • Kilometer rendah bukan jaminan mobil bekas lebih terawat; riwayat servis, dokumen perawatan, dan kecocokan kondisi dengan usia kendaraan perlu diperiksa.
  • Periksa langsung mesin, kaki-kaki, ban, transmisi, dan rem melalui test drive untuk mendeteksi kebocoran, suara abnormal, getaran, perpindahan gigi kasar, atau pengereman bermasalah.
  • Amati bodi, rangka, ruang mesin, bagasi, dan area tersembunyi untuk tanda perbaikan atau kecelakaan; lakukan inspeksi menyeluruh, termasuk mekanik independen bila memungkinkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kalau mau beli mobil bekas, jangan cuma lihat angka kilometernya. Kita juga harus lihat apakah mobil sering diservis, mesinnya baik, ban dan bagian bawahnya aman, gigi serta remnya lancar, dan bodinya tidak punya bekas tabrakan. Coba mobilnya dulu. Kalau bisa, ajak montir untuk memeriksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kilometer sering menjadi salah satu angka pertama yang dilihat ketika seseorang mencari mobil bekas. Odometer dengan angka rendah memang terlihat menarik karena mobil dianggap belum terlalu banyak digunakan. Namun, angka kilometer saja tidak cukup untuk menggambarkan kondisi sebuah mobil secara keseluruhan.

Mobil dengan kilometer rendah belum tentu selalu lebih terawat dibandingkan kendaraan yang jarak tempuhnya lebih tinggi. Cara pemakaian, riwayat servis, kondisi komponen, dan lingkungan tempat mobil digunakan juga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap. Karena itu, ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa sebelum memutuskan membeli mobil bekas.

1. Riwayat servis kendaraan

ilustrasi cek riwayat kendaraan (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Riwayat servis dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana mobil dirawat oleh pemilik sebelumnya. Periksa apakah penggantian oli, servis berkala, dan perawatan komponen penting dilakukan secara rutin. Catatan servis yang jelas juga dapat membantu mencocokkan kondisi mobil dengan usia dan jarak tempuhnya.

Mobil dengan kilometer lebih tinggi tetapi memiliki riwayat perawatan yang rapi belum tentu berada dalam kondisi buruk. Sebaliknya, kilometer rendah tidak banyak membantu jika pemilik sebelumnya jarang melakukan servis. Karena itu, dokumen servis, faktur perawatan, atau catatan dari bengkel dapat menjadi bahan pertimbangan penting.

2. Kondisi mesin dan ruang mesin

ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kondisi mesin sebaiknya diperiksa secara langsung, bukan hanya berdasarkan suara saat pertama kali dinyalakan. Perhatikan apakah terdapat kebocoran oli, bekas rembesan cairan, suara mesin yang tidak wajar, atau kondisi komponen yang terlihat kurang terawat. Ruang mesin yang terlalu bersih juga tidak otomatis menjadi tanda positif karena bisa saja baru dicuci sebelum mobil dijual.

Cobalah menyalakan mesin dalam kondisi dingin jika memungkinkan. Perhatikan suara ketika mesin baru hidup dan apakah putaran mesin terasa stabil setelah beberapa saat. Pemeriksaan seperti ini dapat memberikan informasi tambahan yang tidak bisa diketahui hanya dari angka pada odometer.

3. Kondisi kaki-kaki dan ban

ilustrasi mobil di bengkel (pexels.com/Malte Luk)

Kaki-kaki menjadi bagian yang penting karena langsung berhubungan dengan kenyamanan dan pengendalian kendaraan. Periksa kondisi ban, keausan tapak, serta apakah keempat ban mengalami keausan yang relatif merata. Ban yang aus tidak merata bisa menjadi petunjuk adanya masalah pada alignment, suspensi, atau komponen kemudi.

Saat melakukan test drive, perhatikan apakah mobil terasa menarik ke salah satu sisi, muncul bunyi ketika melewati jalan tidak rata, atau setir terasa bergetar. Gejala tersebut tidak selalu berarti kerusakan besar, tetapi tetap perlu diperiksa lebih lanjut. Biaya perbaikan kaki-kaki juga sebaiknya diperhitungkan sebelum membeli mobil bekas.

4. Kondisi transmisi dan sistem pengereman

ilustrasi transmisi mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Transmisi perlu diperiksa sesuai jenis kendaraan yang akan dibeli. Pada mobil manual, perhatikan respons kopling dan perpindahan gigi, sedangkan pada mobil matik, perhatikan apakah perpindahan gigi terasa terlalu kasar, terlambat, atau disertai suara yang tidak biasa. Respons kendaraan saat melakukan perpindahan gigi dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sistem transmisi.

Sistem pengereman juga tidak boleh dilewatkan saat test drive. Pastikan mobil dapat berhenti dengan baik dan tidak menunjukkan gejala seperti pedal bergetar, mobil menarik ke satu sisi, atau muncul suara yang tidak normal. Pemeriksaan rem penting karena komponen ini berkaitan langsung dengan keselamatan saat kendaraan digunakan.

5. Kondisi bodi dan tanda bekas kecelakaan

ilustrasi sales mobil (pedes.com/Gustavo Fring)

Kondisi eksterior dapat memberikan petunjuk mengenai sejarah kendaraan. Perhatikan perbedaan warna cat, celah antarpanel yang tidak rata, bekas perbaikan, atau bagian bodi yang terlihat berbeda dari sisi lainnya. Detail tersebut bisa menjadi indikasi bahwa kendaraan pernah mengalami perbaikan bodi.

Selain eksterior, periksa bagian seperti rangka, ruang mesin, bagasi, dan area di balik karpet jika memungkinkan. Tidak semua bekas perbaikan berarti mobil bermasalah, tetapi calon pembeli perlu mengetahui sejarahnya. Dengan begitu, keputusan pembelian tidak hanya berdasarkan tampilan atau angka kilometer.

Mengecek mobil bekas sebaiknya tidak berhenti pada angka kilometer di odometer. Riwayat servis, kondisi mesin, kaki-kaki, transmisi, rem, hingga bodi dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi kendaraan. Kilometer tetap penting, tetapi sebaiknya dibaca bersama dengan berbagai informasi lainnya.

Jika memungkinkan, lakukan inspeksi dan test drive secara menyeluruh sebelum membeli. Untuk kendaraan yang harganya cukup besar, pemeriksaan oleh mekanik independen juga dapat membantu menemukan masalah yang mungkin tidak terlihat secara kasatmata. Dengan cara tersebut, calon pembeli bisa menilai mobil berdasarkan kondisi sebenarnya, bukan hanya angka yang tertera di dashboard.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article