Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jarang Disadari, 3 Kebiasaan Isi BBM yang Ternyata Bisa Bikin Rugi
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Memaksa menambah BBM setelah nozzle otomatis berhenti berisiko membuat bahan bakar meluber, terbuang, dan menimbulkan bau bensin pada kendaraan.
  • Terlalu sering membiarkan tangki hampir kosong dapat membuat pompa bahan bakar bekerja kurang ideal serta mengurangi efek pendinginan dari BBM.
  • Saat mengisi BBM, mesin perlu dimatikan, sumber percikan dijauhkan, dan tutup tangki dipastikan terpasang benar untuk mencegah kebocoran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Orang yang isi bensin di SPBU jangan memaksa tambah bensin saat alatnya sudah berhenti, karena bisa tumpah. Jangan juga sering membiarkan bensin hampir habis, karena pompa mobil bisa tidak nyaman. Saat isi bensin, mesin harus mati dan tutup tangki harus dipasang rapat. Sekarang pengendara diingatkan supaya lebih hati-hati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengisi bahan bakar minyak atau BBM merupakan rutinitas yang dilakukan hampir setiap pengendara. Namun, cara mengisi BBM ternyata tidak selalu soal memilih jenis bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Ada beberapa kebiasaan saat berada di SPBU yang terlihat sepele, tetapi bisa membuat pengeluaran menjadi kurang efisien. Mulai dari mengisi secara berlebihan hingga mengabaikan kondisi tangki, kebiasaan tersebut sebaiknya diperhatikan.

1. Memaksa mengisi setelah nozzle berhenti

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Jesse Donoghoe)

Nozzle dispenser BBM dirancang untuk berhenti secara otomatis ketika bahan bakar sudah mencapai tingkat tertentu di dalam leher pengisian. Mekanisme ini membantu mencegah bahan bakar meluap ketika tangki mendekati kapasitas maksimal.

Sebagian pengendara masih mencoba menambah BBM setelah nozzle berhenti dengan harapan kapasitas tangki bisa benar-benar penuh. Padahal, memaksakan pengisian dapat meningkatkan risiko BBM meluber dan mengenai bodi kendaraan. Selain membuang bahan bakar, kebiasaan tersebut juga bisa menimbulkan bau bensin yang mengganggu.

2. Terlalu sering membiarkan tangki hampir kosong

Potret indikator bensin(Astra-Daihatsu.id)

Menunggu indikator BBM mendekati E sebelum mengisi juga bukan kebiasaan yang ideal. Mobil memang masih memiliki cadangan bahan bakar ketika indikator sudah menunjukkan posisi rendah, tetapi terlalu sering berkendara dengan volume BBM yang sangat sedikit dapat membuat pompa bahan bakar bekerja dalam kondisi yang kurang ideal.

Pada kendaraan tertentu, bahan bakar di dalam tangki juga membantu menjaga suhu pompa bahan bakar. Jika volume BBM terus dibiarkan sangat rendah, pompa bisa kehilangan sebagian efek pendinginan tersebut. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan risiko keausan komponen sistem bahan bakar.

3. Mengisi BBM tanpa memperhatikan kondisi kendaraan

ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

Mengisi BBM sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi kendaraan dan prosedur keselamatan di SPBU. Mesin kendaraan perlu dimatikan dan sumber api atau aktivitas yang dapat memicu percikan harus dijauhkan dari area pengisian.

Selain itu, pengendara sebaiknya tidak tergesa-gesa setelah selesai mengisi. Pastikan tutup tangki sudah terpasang dengan benar sebelum kendaraan kembali digunakan. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah kebocoran uap maupun bahan bakar dan mengurangi potensi masalah selama perjalanan.

Pada akhirnya, menghemat biaya BBM bukan hanya soal mencari harga bahan bakar yang lebih murah. Cara menggunakan dan mengisi bahan bakar juga berpengaruh terhadap efisiensi serta kondisi kendaraan. Dengan menghindari kebiasaan yang kurang tepat, pengeluaran yang sebenarnya bisa dicegah dapat ditekan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article