Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kebiasaan Parkir yang Ternyata Bisa Merusak Mobil

5 Kebiasaan Parkir yang Ternyata Bisa Merusak Mobil
ilustrasi mobil di mall
Intinya Sih
  • Kebiasaan parkir seperti menekan trotoar, membiarkan roda membelok penuh, dan tidak memakai rem parkir di tanjakan bisa memberi tekanan berlebih pada ban serta sistem kemudi.
  • Paparan panas ekstrem saat parkir terlalu lama di bawah terik dapat mempercepat kerusakan cat, karet, dan material interior mobil secara bertahap.
  • Membiarkan mobil diam terlalu lama tanpa dipindahkan bisa menyebabkan deformasi ban dan menurunkan kenyamanan berkendara saat digunakan kembali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Parkir sering dianggap aktivitas paling sederhana saat berkendara. Tinggal berhenti, matikan mesin, lalu selesai. Tapi tanpa disadari, kebiasaan kecil saat parkir justru bisa memberi beban tambahan pada beberapa komponen mobil kalau dilakukan terus-menerus.

Kerusakannya biasanya tidak langsung terasa. Justru karena efeknya bertahap, banyak orang tidak mengaitkannya dengan kebiasaan parkir sehari-hari. Berikut lima kebiasaan parkir yang ternyata bisa berdampak kurang baik untuk mobil.

1. Membiarkan roda menekan trotoar terlalu keras

ilustrasi mobil di tanjakan
ilustrasi mobil di tanjakan (pexels.com/Erik Mclean)

Saat parkir di pinggir jalan, banyak pengemudi membiarkan ban menekan trotoar sampai terasa mentok. Sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah, tapi kalau terlalu sering, tekanan seperti ini bisa memberi beban tambahan pada ban dan komponen kaki-kaki.

Terutama jika sudut benturannya cukup keras, struktur ban dan posisi roda bisa menerima tekanan yang tidak ideal. Kebiasaan kecil seperti ini sering terasa sepele, padahal efeknya bisa menumpuk perlahan.

2. Parkir dengan roda tetap membelok penuh

ilustrasi mobil parkir (pexels.com/rangga)
ilustrasi mobil parkir (pexels.com/rangga)

Setelah selesai manuver, sebagian orang langsung mematikan mesin tanpa meluruskan posisi roda. Kalau roda dibiarkan membelok penuh dalam waktu lama, beberapa komponen sistem kemudi bisa terus berada dalam posisi tegang.

Sesekali mungkin tidak terasa apa-apa. Tapi kalau menjadi kebiasaan, beban statis yang terus berulang bisa ikut memengaruhi keawetan beberapa bagian di area kemudi dan ban.

3. Langsung mengandalkan posisi transmisi di tanjakan tanpa beban rem parkir

ilustrasi rem tangan
ilustrasi rem tangan (pexels.com/happy)

Saat parkir di jalan menanjak atau menurun, ada yang langsung mengandalkan posisi transmisi untuk menahan mobil. Padahal, kalau seluruh beban mobil langsung bertumpu di situ, tekanan mekanis bisa jadi lebih besar dari yang seharusnya.

Menggunakan rem parkir lebih dulu membantu membagi beban dengan lebih baik. Ini membuat sistem penahan mobil bekerja lebih ringan dalam jangka panjang.

4. Sering parkir terlalu dekat dengan sumber panas atau paparan ekstrem

ilustrasi parkir mobil
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/SevenStorm JUHASZIMRUS)

Parkir terlalu sering di area yang sangat panas, terutama di bawah terik dalam waktu lama, bisa mempercepat penurunan kondisi beberapa bagian. Cat, karet, dashboard, dan material interior termasuk yang cukup sensitif terhadap paparan ekstrem terus-menerus.

Memang tidak langsung rusak dalam sekali parkir. Tapi kalau menjadi kebiasaan harian, efek penuaan material biasanya datang lebih cepat.

5. Membiarkan mobil lama terparkir tanpa sedikit pun dipindahkan

ilustrasi parkir mundur (pexels.com/sinitta)
ilustrasi parkir mundur (pexels.com/sinitta)

Mobil yang terlalu lama diam di posisi yang sama juga bisa menimbulkan efek kecil pada beberapa komponen. Ban, misalnya, menerima beban terus di titik yang sama. Dalam waktu tertentu, kondisi ini bisa membuat rasa berkendara berubah saat mobil kembali dipakai.

Selain itu, komponen lain juga cenderung lebih baik saat sesekali tetap bergerak. Mobil memang dibuat untuk dipakai, bukan hanya didiamkan terlalu lama tanpa siklus gerak.

Kerusakan mobil tidak selalu datang dari cara berkendara. Kadang justru kebiasaan parkir yang terasa sepele bisa memberi pengaruh perlahan pada ban, kaki-kaki, sistem kemudi, sampai kondisi material.

Kalau lima kebiasaan ini mulai diperhatikan, mobil biasanya bisa terjaga lebih baik dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, merawat mobil bukan cuma soal bagaimana ia dipakai di jalan, tapi juga bagaimana ia diperlakukan saat sedang diam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Related Articles

See More