Ilustrasi sabuk pengaman (pexels.com/Luke Miller)
Salah satu hal yang perlu diketahui pemilik mobil adalah kondisi sabuk pengaman setelah pretensioner bekerja. Aktivasi pretensioner tidak membuat buckle terkunci secara permanen. Sabuk tetap dapat dilepaskan dengan menekan tombol pelepas seperti biasa.
“Pretensioner bekerja dengan mengencangkan sabuk pengaman. Hal tersebut bukan berarti buckle terkunci secara permanen. Jadi, penumpang tidak perlu memotong sabuk pengaman hanya karena pretensioner telah aktif,” jelas Rafii.
Meski begitu, bukan berarti sabuk pengaman dan sistem pretensioner yang sudah aktif bisa langsung digunakan seperti kondisi normal. Setelah benturan yang memicu pretensioner, sistem keselamatan perlu diperiksa dan komponen yang sudah terpicu harus diganti sesuai prosedur pabrikan.
Pemeriksaan juga penting karena sistem keselamatan mobil modern bekerja secara terintegrasi, mulai dari sabuk pengaman, pretensioner, force limiter, airbag hingga sensor dan sistem pengendali keselamatan.
Selain memastikan sistem keselamatan diperiksa setelah kecelakaan, posisi sabuk pengaman saat digunakan juga tetap penting. Bagian atas sabuk harus melewati bahu dan dada dengan posisi yang tepat, sedangkan bagian pangkuan berada di area panggul.