Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Benturan Keras Berpotensi Membuat Mobil Listrik Terbakar?
ilustrasi mobil listrik saat hujan (pexels.com/Holyson h)
  • Benturan keras, terutama di bagian bawah mobil, dapat merusak sel dalam battery pack dan memicu korsleting meski kondisi luar kendaraan tampak normal.
  • Kerusakan sel lithium-ion bisa menimbulkan panas berlebih serta thermal runaway, yaitu reaksi berantai yang menghasilkan gas, asap, panas tinggi, hingga kebakaran.
  • Mobil listrik memiliki sistem pemutus listrik saat tabrakan, tetapi kendaraan yang terbentur keras perlu diperiksa teknisi tegangan tinggi, terutama bila muncul asap, bau aneh, panas, atau suara mendesis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil listrik bisa terbakar kalau bagian bawahnya terbentur sangat keras. Baterainya punya banyak bagian kecil. Kalau rusak, bisa jadi sangat panas, keluar asap, lalu terbakar. Mobil punya alat pengaman untuk memutus listrik saat tabrakan. Tapi kalau ada bau aneh, asap, panas, atau bunyi mendesis, mobil harus diperiksa teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil listrik dirancang dengan berbagai sistem keselamatan untuk melindungi baterai bertegangan tinggi. Salah satunya adalah battery pack yang ditempatkan dalam casing kuat agar sel-sel baterai terlindung dari benturan dan kondisi lingkungan.

Namun, perlindungan tersebut bukan berarti baterai sepenuhnya kebal terhadap kecelakaan. Benturan yang sangat keras, terutama pada bagian bawah kendaraan, dapat merusak komponen baterai dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko kebakaran.

1. Sel baterai bisa rusak akibat benturan

Ilustrasi Baterai Mobil Listrik ( https://www.tesla.com/)

Battery pack terdiri atas banyak sel baterai yang saling terhubung. Ketika terjadi benturan keras, struktur pelindung di sekitar baterai dapat mengalami deformasi. Jika energi benturan sampai diteruskan ke sel, komponen di dalamnya berpotensi mengalami kerusakan fisik.

Kerusakan tersebut dapat menyebabkan hubungan pendek di dalam sel atau antarkomponen listrik. Kondisi ini bisa menghasilkan panas dalam jumlah besar. Masalahnya, kerusakan internal pada baterai terkadang tidak langsung terlihat dari luar sehingga kendaraan masih tampak normal setelah kecelakaan.

2. Panas berlebih bisa memicu thermal runaway

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Salah satu risiko paling serius pada baterai lithium-ion adalah thermal runaway. Kondisi ini terjadi ketika sebuah sel mengalami kenaikan suhu yang tidak terkendali. Panas tersebut kemudian dapat memicu reaksi berantai yang membuat sel semakin panas dan berpotensi merusak sel di sekitarnya.

Jika proses tersebut berkembang, baterai dapat mengeluarkan gas, asap, dan panas tinggi hingga akhirnya terbakar. Api juga bisa sulit ditangani karena battery pack terdiri atas banyak sel. Karena itu, kebakaran baterai akibat kecelakaan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran kendaraan konvensional.

3. Mobil punya sistem pengaman setelah kecelakaan

ilustrasi baterai mobil listrik (pixabay.com/andreas160578)

Produsen mobil listrik menyadari risiko tersebut sehingga kendaraan dilengkapi berbagai sistem pengaman. Ketika sensor mendeteksi tabrakan serius, sistem kelistrikan bertegangan tinggi dapat memutus koneksi baterai untuk mengurangi risiko korsleting dan bahaya listrik.

Meski begitu, sistem keselamatan tidak berarti risiko kebakaran menjadi nol. Setelah mengalami benturan keras, terutama jika bagian bawah mobil terkena benda besar, kendaraan sebaiknya diperiksa oleh teknisi yang memiliki kompetensi menangani sistem tegangan tinggi. Jika muncul asap, panas berlebihan, bau aneh, atau suara mendesis dari area baterai, jangan mencoba membongkar atau memperbaikinya sendiri. Keselamatan harus menjadi prioritas karena kerusakan internal baterai dapat berkembang meski gejalanya tidak langsung terlihat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article