ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)
Persepsi waktu sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak perhatian yang diberikan terhadap suatu pengalaman. Ketika perjalanan dipenuhi informasi baru, setiap bagian perjalanan terasa lebih menonjol sehingga durasinya dapat terasa lebih panjang.
Sebaliknya, ketika perjalanan sudah familiar, perhatian bisa lebih banyak digunakan untuk hal lain, seperti menikmati musik atau berbicara dengan penumpang. Karena perjalanan terasa lebih mudah diprediksi, waktu seolah berjalan lebih cepat. Namun, pengemudi tetap perlu menjaga konsentrasi dan tidak membiarkan aktivitas lain mengganggu fokus berkendara.
Jadi, jalan pulang terasa lebih cepat daripada jalan pergi bukan berarti kendaraan benar-benar melaju lebih cepat. Perbedaan tersebut lebih berkaitan dengan cara otak mempersepsikan waktu dan memproses pengalaman selama perjalanan.
Fenomena ini juga menunjukkan mengapa perjalanan menuju tempat baru sering terasa lebih lama dibandingkan perjalanan kembali. Semakin familiar sebuah rute, semakin sedikit informasi baru yang perlu diproses oleh otak. Meski begitu, tetap utamakan keselamatan dan konsentrasi, terutama ketika berkendara dalam jarak jauh.