ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Jens Mahnke)
Mobil dapat mengalami perubahan temperatur yang cukup besar. Kendaraan yang terparkir di bawah terik matahari bisa memiliki temperatur kabin yang tinggi, kemudian sistem pendingin udara membuat suhu turun ketika mobil mulai digunakan. Kaca harus mampu menghadapi perubahan kondisi tersebut.
Kaca tempered memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan temperatur dibandingkan kaca biasa. Hal ini menjadi salah satu alasan material tersebut digunakan pada beberapa bagian kendaraan. Selain itu, kaca tempered dapat diproduksi dengan berbagai tingkat warna dan karakteristik tertentu sesuai kebutuhan kendaraan.
Namun, tidak semua kaca mobil menggunakan tempered glass. Kaca depan umumnya menggunakan kaca laminasi yang terdiri dari beberapa lapisan dengan material perantara di tengahnya. Konstruksi tersebut membuat kaca depan tetap menyatu ketika mengalami kerusakan dan memiliki fungsi keselamatan yang berbeda dari kaca tempered.
Jadi, penggunaan tempered glass pada mobil bukan sekadar untuk membuat kaca lebih kuat. Jenis kaca tersebut dipilih karena kombinasi ketahanan, karakteristik pecah, dan kemampuannya menghadapi perubahan temperatur. Sementara itu, bagian kaca yang berbeda dapat menggunakan jenis kaca berbeda sesuai fungsi dan kebutuhan keselamatan kendaraan.