Bolehkah Jas Hujan Dijemur di Bawah Sinar Matahari?

- Jas hujan boleh dijemur sebentar di bawah matahari, tetapi paparan panas dan ultraviolet berulang dapat membuat PVC atau lapisan sintetis kaku, kusam, dan mudah retak.
- Cara lebih aman adalah menggantung jas hujan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, setelah dikibaskan dan bagian dalamnya dibuka agar seluruh lipatan benar-benar kering.
- Jangan melipat atau menyimpan jas hujan saat masih basah karena berisiko bau dan jamur; setelah kering, simpan rapi jauh dari knalpot, mesin, atau sumber panas.
Jas hujan yang baru digunakan biasanya dalam kondisi basah dan perlu dikeringkan sebelum disimpan. Cara mengeringkannya pun tidak boleh sembarangan karena material jas hujan bisa mengalami perubahan jika terlalu sering terkena panas.
Menjemur jas hujan di bawah sinar matahari langsung sebenarnya bisa dilakukan dalam kondisi tertentu. Namun, paparan panas dan sinar ultraviolet yang terlalu lama berpotensi membuat material lebih cepat menurun kualitasnya.
1. Boleh dijemur, tetapi jangan terlalu lama

ilustrasi jas hujan (freepik.com/8photo) Setelah kehujanan, jas hujan sebaiknya segera dikeringkan agar tidak lembap terlalu lama. Menjemurnya di tempat yang terkena sinar matahari dapat membantu menguapkan air yang menempel pada permukaan. Namun, durasi penjemuran sebaiknya tidak berlebihan.
Sinar matahari langsung yang terlalu lama dapat memberikan paparan panas dan ultraviolet pada material jas hujan. Jika dilakukan berulang kali, beberapa jenis bahan seperti PVC atau lapisan sintetis bisa menjadi lebih kaku, kusam, atau mudah retak. Karena itu, jas hujan tidak perlu dijemur sampai berjam-jam di bawah terik matahari.
2. Pilih tempat teduh dengan sirkulasi udara

ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Hamed darzi) Cara yang lebih aman untuk mengeringkan jas hujan adalah menggantungnya di tempat teduh yang memiliki sirkulasi udara baik. Aliran udara membantu mengurangi kelembapan tanpa memberikan paparan panas berlebihan pada material.
Sebelum digantung, kibaskan jas hujan agar air yang masih menempel dapat berkurang. Bagian dalam juga perlu dibuka supaya udara bisa masuk. Jika jas hujan memiliki lapisan yang cukup tebal, pastikan bagian yang terlipat atau tersembunyi juga benar-benar kering sebelum disimpan.
3. Hindari melipat saat masih basah

ilustrasi jas hujan (unsplash.com/Brema Elamkovan) Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah langsung memasukkan jas hujan ke dalam tas atau bagasi motor setelah digunakan. Kondisi lembap yang terperangkap dalam ruang tertutup dapat membuat jas hujan berbau tidak sedap dan meningkatkan risiko munculnya jamur.
Setelah kering, jas hujan sebaiknya dilipat dengan rapi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada bagian tertentu. Hindari pula menyimpan jas hujan di dekat sumber panas seperti knalpot, mesin, atau alat pemanas. Panas tinggi dari sumber tersebut juga dapat memengaruhi material.
Jadi, jas hujan boleh dijemur di bawah sinar matahari, tetapi sebaiknya tidak terlalu lama dan tidak terus-menerus dilakukan di bawah terik matahari. Tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik umumnya menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga material tetap lentur dan lapisan antiair tetap berfungsi.
Perawatan sederhana setelah digunakan juga dapat memperpanjang usia jas hujan. Dengan mengeringkan, membersihkan, dan menyimpannya dengan benar, perlengkapan tersebut akan lebih siap digunakan kembali ketika hujan turun.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















