4 Kesalahan saat Membersihkan Interior Mobil Sendiri

- Menggunakan cairan pembersih sembaranganKesalahan yang sering terjadi adalah memakai cairan pembersih rumah tangga untuk digunakan membersihkan dashboard, jok, hingga panel pintu mobil.
- Menggosok permukaan terlalu kerasMenggosok interior mobil dengan tekanan berlebihan kerap dilakukan untuk menghilangkan noda yang mungkin membandel.
- Mengabaikan area sela dan sudutBanyak orang hanya membersihkan bagian yang mungkin terlihat jelas dan kerap menggabakan sela-sela kursi, ventilasi AC, hingga celah panel.
Membersihkan interior mobil secara mandiri mungkin kerap dianggap lebih hemat dan praktis karena dapat dilakukan kapanpun. Namun, nyatanya membersihkan interior mobil sendiri tanpa pengetahuan yang tepat hanya akan merusak komponen yang semestinya dapat dijaga dengan perawatan khusus.
Banyak pemilik mobil yang mungkin hanya fokus pada hasil akhir yang terlihat bersih, namun mengabaikan cara dan bahan yang digunakan. Padahal, simaklah beberapa kesalahan berikut ini saat membersihkan interior mobil yang harus dihindari agar interiornya tetap aman.
1. Menggunakan cairan pembersih sembarangan

Kesalahan yang sering terjadi adalah memakai cairan pembersih rumah tangga untuk digunakan membersihkan dashboard, jok, hingga panel pintu mobil. Nyatanya bahan kimia yang terlalu keras bisa merusak lapisan pelindung dan membuat bagian permukaan interior jadi cepat kusam atau bahkan retak.
Setiap material interior mobil pada umumnya memiliki karakteristik berbeda yang tentu memerlukan produk pembersih khusus. Menggunakan pembersih yang tidak sesuai hanya akan mempercepat kerusakan dan menimbulkan noda permanen yang semakin sulit untuk dihilangkan.
2. Menggosok permukaan terlalu keras

Menggosok interior mobil dengan tekanan berlebihan kerap dilakukan untuk menghilangkan noda yang mungkin membandel. Nyatanya cara ini cukup berisiko meninggalkan goresan halus, terutama apabila permukaan mobil terbuat dari plastik, kulit sintetis, hingga layar sistem hiburan.
Goresan kecil yang terjadi secara berulang akan membuat bagian interior pun mudah terlihat kusam dan tidak rata. Selain itu, bahan yang terlalu sering digosok keras juga biasanya akan lebih cepat mengalami keausan dan kehilangan tekstur asli yang dimilikinya.
3. Mengabaikan area sela dan sudut

Banyak orang hanya membersihkan bagian yang mungkin terlihat jelas dan kerap menggabakan sela-sela kursi, ventilasi AC, hingga celah panel. Nyatanya area tersebut merupakan tempat favorit debu dan kotoran menumpuk dalam jangka waktu yang lama.
Penumpukan kotoran di area sempit bisa memicu bau tidak sedap dan menurunkan kualitas udara di dalam kabin. Jika kondisinya terus dibiarkan, maka debu bisa menyebar kembali ke bagian lain, meski interiornya sudah terlihat bersih di bagian permukaan.
4. Tidak mengeringkan interior dengan benar

Setelah membersihkan interior dengan menggunakan cairan atau air, ternyata masih banyak orang yang langsung menutup mobil tanpa memastikan bahwa Kondisinya sudah benar-benar kering. Nyatanya kelembaban yang tertinggal bisa memicu timbulnya jamur, bau apek, hingga kerusakan pada bagian jok.
Interior yang lembab dalam waktu lama bisa sangat berisiko merusak komponen elektronik yang ada di dalam kabin. Proses pengeringan yang tepat sangat penting agar hasil pembersihannya menjadi lebih awet dan interior pun nyaman digunakan.
Membersihkan interior mobil sendiri Memang memungkinkan, namun tetap harus dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat dan penuh kehati-hatian. Dengan menghindari kesalahan di atas, maka interior mobil akan tetap bersih dan awet. Pastikan interior mobil selalu terawat tanpa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.


















