Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Muncul Gumpalan di Dalam Reservoir Coolant Mobil? Ini Penyebabnya

ilustrasi mengecek air radiator mobil (freepik.com/jcomp)
ilustrasi mengecek air radiator mobil (freepik.com/jcomp)
Intinya sih...
  • Oli mesin bocor ke jalur pendingin
  • Cairan pendingin tidak kompatibel
  • Akumulasi karat dan korosi yang parah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah melihat adanya gumpalan lengket berwarna kecokelatan di dalam reservoir cairan pendingin mobil? Masalah ini sebenarnya cukup umum terjadi dan sering membuat pemilik mobil merasa khawatir. Daripada panik, lebih baik segera cari tahu penyebab dan tindakan yang harus dilakukan agar masalah ini tidak menjadi semakin parah.

Kondisi ini biasanya menandakan adanya kontaminasi zat asing yang seharusnya tidak berada di dalam sistem pendinginan. Jika dibiarkan begitu saja, gumpalan tersebut bisa menyumbat saluran radiator dan menyebabkan mesin mengalami overheat. Mari pelajari beberapa faktor utama yang memicu munculnya lendir atau gumpalan tersebut.

1. Oli mesin bocor ke jalur pendingin

Ilustrasi mekanik memeriksa coolant (freepik.com/Drazen Zigic)
Ilustrasi mekanik memeriksa coolant (freepik.com/Drazen Zigic)

Penyebab umum kemunculan gumpalan menyerupai mayones ini adalah kebocoran oli mesin ke jalur coolant. Hal ini sering terjadi akibat paking kepala silinder yang sudah mulai getas atau retak. Kamu harus waspada karena campuran oli dan air ini akan membentuk emulsi lengket yang sangat berbahaya bagi mesin.

Untuk mengatasinya, segera bawa mobil ke bengkel untuk memeriksa kondisi head gasket atau blok mesin. Penggantian paking yang rusak adalah bisa menjadi solusi untuk menghentikan aliran oli yang masuk ke sistem pendingin. Setelah perbaikan fisik selesai, lakukan flushing radiator secara menyeluruh agar sisa lendir benar-benar hilang.

2. Cairan pendingin tidak kompatibel

ilustrasi coolant mobil (wuling.id)
ilustrasi coolant mobil (wuling.id)

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa mencampur dua jenis cairan pendingin yang berbeda merek ternyata bisa memicu reaksi kimia tertentu. Beberapa bahan kimia dalam coolant lama dapat menggumpal saat bertemu dengan formula dari produk yang baru saja kamu tambahkan. Akibatnya, muncul endapan seperti lendir yang menempel erat pada dinding tabung reservoir.

Solusi terbaik untuk masalah ini adalah menguras seluruh sistem pendingin dan menggantinya dengan satu jenis cairan yang direkomendasikan pabrikan mobil kamu. Jangan pernah lagi mencampur cairan pendingin secara sembarangan meskipun sedang dalam keadaan darurat di perjalanan. Sebaiknya bersihkan tabung cadangan dengan air mengalir sampai benar-benar bersih dari sisa endapan kimia tersebut.

3. Akumulasi karat dan korosi yang parah

ilustrasi air radiator yang berkurang (vecteezy.com/Apicha Thumvisead)
ilustrasi air radiator yang berkurang (vecteezy.com/Apicha Thumvisead)

Jika sering menggunakan air biasa sebagai pengganti coolant, risiko karatan pada bagian dalam mesin sangatlah besar. Partikel karat yang rontok bisa bercampur dengan air dan kotoran lainnya hingga membentuk lumpur pekat yang lengket. Endapan ini perlahan-lahan akan menumpuk di reservoir dan menghambat sirkulasi panas mesin secara efektif.

Lakukan pembersihan radiator secara kimiawi menggunakan cairan khusus pembersih karat agar semua kerak luntur. Kemudian, gunakan cairan pendingin berkualitas tinggi yang mengandung zat anti-korosi untuk perawatan di masa mendatang. Langkah ini efektif untuk menjaga saluran pendinginan mobil.

4. Kerusakan pada oil cooler

oil cooler mobil
oil cooler mobil (suzuki.co.id)

Komponen oil cooler yang bocor secara internal juga sering menjadi dalang utama munculnya gumpalan di reservoir. Perangkat ini berfungsi mendinginkan oli menggunakan cairan pendingin, namun sekatnya bisa pecah seiring usia pemakaian kendaraan. Kamu akan melihat gumpalan pekat yang sangat lengket karena tekanan oli biasanya jauh lebih tinggi daripada tekanan air.

Gantilah unit oil cooler jika ditemukan adanya indikasi kebocoran pada bagian sekatnya. Setelah komponen diganti, sistem pendingin wajib dikuras berkali-kali menggunakan cairan pembersih untuk melarutkan sisa-sisa pelumas. Pastikan tidak ada residu oli yang tertinggal agar selang radiator tidak melar akibat kontaminasi tersebut.

5. Penggunaan aditif tambal radiator berlebihan

mekanik memegang coolant (freepik.com/freepik)
mekanik memegang coolant (freepik.com/freepik)

Penggunaan cairan penyumbat bocor atau aditif tambahan secara berlebihan sering meninggalkan residu yang teksturnya kental. Cairan kimia ini berguna untuk mengeras saat terkena udara, namun justru sering menumpuk secara liar di area reservoir. Kamu mungkin akan menemukan tekstur seperti jelly atau gumpalan padat yang menyumbat filter pada bagian tutup radiator.

Segera hentikan pemakaian aditif ini jika melihat tanda-tanda penumpukan zat asing yang tidak wajar. Sebaiknya bonkar tangki reservoir untuk dibersihkan secara manual menggunakan sikat dan sabun pembersih lemak yang kuat. Gunakanlah metode perbaikan yang benar seperti penyolderan radiator daripada kamu terus mengandalkan cairan tambal instan dalam jangka panjang.

Rawatlah sistem pendingin secara rutin dan benar agar mobil terhindar dari gumpalan lengket yang merusak. Lakukan pemeriksaan berkala agar perjalanan kamu selalu terasa aman. Jadilah pemilik mobil yang lebih peka terhadap kendala teknis pada mobil kesayangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kecepatan Airbag Saat Mengembang Setara Mobil Formula 1!

08 Feb 2026, 19:05 WIBAutomotive