BYD DM Technology Diklaim Lebih Irit dan Fleksibel

- BYD resmi memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia yang menggabungkan sistem listrik dan hybrid untuk menghadirkan pengalaman berkendara efisien, senyap, serta fleksibel bagi pengguna.
- Generasi terbaru DM 5.0 diklaim lebih cerdas dan hemat energi dengan konsumsi hingga 65 km/liter serta jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dalam kondisi penuh.
- Filosofi G.A.S.S.—Gesit, Andal, Senyap, Super Irit—menjadi identitas utama BYD DM yang dirancang untuk mendukung adopsi kendaraan elektrifikasi di pasar Indonesia.
Jakarta, IDN Times - BYD resmi menghadirkan teknologi Dual Mode (DM) di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).
Teknologi ini menggabungkan karakter kendaraan listrik dan hybrid dengan pendekatan electric-first, sehingga tetap mengutamakan pengalaman berkendara ala mobil listrik yang halus, senyap, dan efisien.
Kehadiran teknologi DM disebut menjadi solusi untuk konsumen yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi, terutama untuk penggunaan harian hingga perjalanan jarak jauh.
BYD juga mengklaim teknologi ini dirancang agar lebih relevan dengan kondisi geografis dan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.
1. Teknologi DM BYD gabungkan karakter EV dan hybrid

BYD menjelaskan DM merupakan singkatan dari Dual Mode, yaitu kombinasi teknologi EV dan hybrid dalam satu sistem kendaraan. Melalui pendekatan ini, motor listrik tetap menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi mendukung efisiensi dan fleksibilitas perjalanan.
“Melalui pengembangan teknologi Dual Mode, BYD ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, yang mudah diakses masyarakat luas, termasuk di Indonesia,” ujar Vice President of BYD Co., Ltd. General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, Senin (18/5/2026).
Dalam penggunaan di area perkotaan, sistem DM akan memprioritaskan tenaga listrik agar mobil terasa lebih senyap dan hemat energi.
Sementara untuk perjalanan luar kota, kombinasi motor listrik dan mesin bensin akan bekerja untuk menjaga efisiensi sekaligus mendukung jarak tempuh lebih jauh.
2. BYD DM 5.0 diklaim makin efisien dan canggih

Teknologi DM pertama kali diperkenalkan BYD pada 2008 melalui generasi DM 1.0. Kini, BYD telah menghadirkan generasi terbaru DM 5.0 yang diperkenalkan secara global pada 2024.
BYD menyebut DM 5.0 hadir dengan sistem integrasi yang lebih cerdas dan efisiensi energi lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Teknologi ini juga diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 65 km/liter.
Selain itu, dalam pengujian internal BYD, teknologi DM disebut mampu menghadirkan jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh. Angka tersebut diklaim lebih efisien dibanding mobil keluarga bermesin bensin 1.500 cc pada umumnya.
3. BYD hadirkan filosofi G.A.S.S. pada teknologi DM

BYD juga memperkenalkan filosofi G.A.S.S. pada teknologi DM yang terdiri dari Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Filosofi ini menjadi representasi karakter utama kendaraan Dual Mode yang dikembangkan BYD.
Karakter Gesit diklaim hadir melalui respons tenaga instan khas motor listrik, sementara Andal menggambarkan kemampuan sistem Dual Mode beradaptasi di berbagai kondisi perjalanan.
Lalu karakter Senyap hadir dari minimnya suara dan getaran saat berkendara, sedangkan Super Irit menitikberatkan pada efisiensi energi dan biaya penggunaan kendaraan sehari-hari.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan teknologi DM diharapkan bisa memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan solusi mobilitas yang dapat melengkapi pertumbuhan pasar NEV yang saat ini berkembang positif agar semakin meluas dan inklusif,” ujar Eagle Zhao.



















