Krisis besar sedang melanda raksasa otomotif asal Jepang, Honda, setelah mencatatkan kerugian tahunan pertama mereka dalam 70 tahun terakhir. Berdasarkan laporan dari media otomotif carscoop.com, gelombang kegagalan ini dipicu oleh ambisi besar perusahaan yang terlalu berfokus pada pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Akibat salah langkah dalam memprediksi pasar global tersebut, Honda terpaksa membatalkan peluncuran tiga model EV di Amerika Utara dan harus menanggung kerugian serta biaya pembengkakan yang mencapai sekitar 15,7 miliar dolar AS.
Kondisi finansial yang babak belur ini memicu kemarahan mendalam dari barisan mantan eksekutif dan tokoh senior yang dahulu ikut membesarkan Honda. Ketegangan memuncak ketika para tetua perusahaan secara terang-terangan menuntut Chief Executive Officer (CEO) Honda saat ini, Toshihiro Mibe, untuk segera meletakkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Namun, di luar dugaan banyak pihak, sang CEO menolak mentah-mentah tuntutan mundur tersebut dan memilih untuk tetap bertahan di kursi kepemimpinan tertinggi.
