Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Li Auto Tinggalkan CATL, Fokus Kembangkan Baterai Buatan Sendiri
Ilustrasi CATL. (catl.com)
  • Li Auto akan memperluas penggunaan baterai 5C internal secara bertahap mulai 7 September 2026, mencakup model seperti Li Mega Home, Li i9, dan Li i6 2026.
  • Untuk memperkuat pasokan, Li Auto berinvestasi 2,65 miliar yuan di Sunwoda EVB, memperoleh kepemilikan langsung 8,79 persen dan menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah transaksi.
  • Li Auto tetap menggandeng Sunwoda untuk produksi sel, sambil mengendalikan spesifikasi, material, struktur, dan BMS demi kepastian pasokan serta percepatan inovasi baterai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Li Auto dari China mulai memakai lebih banyak baterai buatannya sendiri, jadi tidak terlalu bergantung pada CATL. Baterai ini sudah ada di beberapa mobil dan akan dipakai lebih luas mulai September 2026. Li Auto juga memberi uang ke Sunwoda untuk membantu membuat sel baterai. Mereka ingin baterai selalu tersedia dan bisa dibuat lebih cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Li Auto mulai mengurangi ketergantungannya terhadap Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dengan memperluas penggunaan teknologi baterai yang dikembangkan sendiri. Strategi ini akan diterapkan secara bertahap ke seluruh lini kendaraan Li Auto mulai 7 September 2026.

Langkah tersebut menjadi sinyal perubahan strategi Li Auto dalam mengembangkan kendaraan listrik. Menurut laporan CarNewsChina.com, produsen mobil asal China itu bahkan telah menyiapkan rencana agar baterai buatannya sendiri menjadi bagian penting dari portofolio kendaraan terbaru.

1. Baterai buatan sendiri mulai digunakan lebih luas

Ilustrasi CATL. (catl.com)

Teknologi baterai internal Li Auto saat ini sudah digunakan pada beberapa model, termasuk Li L8, Li L6, dan Li i8. Perusahaan kemudian menyiapkan perluasan penggunaannya sepanjang kuartal keempat 2026, termasuk pada model-model baru yang akan diluncurkan.

Untuk Li Mega Home, misalnya, cadangan baterai lithium ternary 5C dari CATL disebut hampir habis akibat tingginya permintaan. Pesanan yang dikunci mulai pukul 15.00 pada 7 September akan menggunakan baterai 5C buatan Li Auto, dengan pengiriman dijadwalkan mulai November.

Li i9 yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan September masih akan menggunakan baterai CATL pada tahap awal. Namun, setelah kapasitas produksi meningkat, model tersebut akan beralih ke baterai 5C buatan Li Auto. Sementara itu, Li i6 2026 yang meluncur pada kuartal keempat juga akan menggunakan baterai 5C internal serta chip Mach hasil pengembangan sendiri.

2. Investasi besar di Sunwoda perkuat strategi

ilustrasi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Perubahan strategi Li Auto tidak berarti perusahaan sepenuhnya memproduksi sel baterai secara mandiri. Pada awal September 2026, Li Auto mengumumkan investasi 2,65 miliar yuan atau sekitar Rp6 triliun ke Sunwoda EVB, anak perusahaan Sunwoda Electronic. Investasi tersebut memberikan Li Auto kepemilikan langsung sebesar 8,79 persen.

Setelah transaksi selesai, kepemilikan tidak langsung yang terkait dengan Li Auto di Sunwoda EVB akan mencapai 11,17 persen, sehingga Li Auto menjadi pemegang saham terbesar kedua. Kerja sama dengan Sunwoda sebenarnya sudah berlangsung sejak 2017. Dalam pola kerja tersebut, Li Auto menentukan spesifikasi produk serta mengembangkan material sel, struktur, dan sistem manajemen baterai atau BMS, sementara Sunwoda menangani produksi sel.

3. Li Auto ingin lebih bebas mengembangkan baterai

ilustrasi mengisi baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Strategi ini menunjukkan bahwa Li Auto ingin memiliki kendali lebih besar terhadap teknologi baterai sekaligus pasokannya. Liu Zhimin, Senior Director of Power Batteries Li Auto, mengatakan, “Battery technology is not a commodity.” Ia menjelaskan bahwa pengendalian desain dasar dan standar manufaktur memungkinkan perusahaan memperoleh kepastian pasokan sekaligus mempercepat inovasi sesuai kebutuhan pengguna.

Li Auto sebelumnya merupakan salah satu pelanggan besar CATL. Bahkan pada April 2026, perusahaan tersebut tercatat sebagai pelanggan baterai kendaraan listrik terbesar keempat CATL. Kini, posisinya mulai berubah seiring peningkatan penggunaan baterai internal.

Langkah Li Auto juga mengingatkan pada strategi Xpeng yang lebih dulu mengurangi penggunaan baterai CATL. Namun, perubahan tersebut bukan berarti CATL kehilangan seluruh pasar produsen mobil China. Beberapa pemain lain justru meningkatkan kerja sama, termasuk Leapmotor yang menggunakan baterai CATL pada seluruh lini model D-series kelas atas.

Bagi Li Auto, pengembangan baterai sendiri bukan sekadar soal mengganti pemasok. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengontrol teknologi inti, menjaga pasokan, dan mempercepat pengembangan kendaraan listrik generasi berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article