Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Maserati Siapkan Dua Mobil Listrik Bareng Huawei dan JAC
2026 Maserati GranCabrio (maserati.com)
  • Maserati dilaporkan menyiapkan SUV listrik menengah-besar dan GT listrik besar bersama Huawei serta JAC, dengan GT berpeluang menjadi model pertama hasil kolaborasi.
  • Huawei diproyeksikan memasok teknologi pintar dan penggerak listrik, JAC menangani rekayasa serta produksi di China, sementara Maserati menjaga desain Italia dan distribusi internasional.
  • Kolaborasi ini muncul saat pengiriman global Maserati 2025 turun di bawah 8.000 unit dan kerugian operasional mencapai 198 juta euro; kesepakatan komersial final belum dikonfirmasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Maserati mau membuat dua mobil listrik bersama Huawei dan JAC. Ada mobil SUV besar dan mobil GT besar. Huawei memberi teknologi pintar. JAC membantu membuat mobil di China. Maserati memberi gaya Italia. Mobil mungkin selesai dibuat di Italia. Rencana ini belum benar-benar selesai disepakati.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Maserati dikabarkan semakin serius menjalin kerja sama dengan Huawei dan JAC Motors untuk mengembangkan generasi baru mobil listrik. Rencana ini disebut telah masuk tahap perencanaan konkret, dengan dua model yang dipersiapkan untuk memperluas lini kendaraan listrik sekaligus membantu menghidupkan kembali penjualan merek asal Italia tersebut.

Menurut laporan CarNewsChina.com, dua model yang disiapkan terdiri dari SUV listrik berukuran menengah-besar dan GT listrik berukuran besar. Sumber industri yang dikutip media tersebut menyebut Maserati saat ini lebih condong menjadikan GT listrik sebagai produk pertama hasil kolaborasi.

1. Maserati gandeng Huawei dan JAC

Maserati Ghibli (maserati.com)

Kerja sama ini akan membagi peran antara tiga perusahaan. Huawei diproyeksikan menyediakan teknologi melalui Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), termasuk sistem kokpit pintar, teknologi bantuan berkendara Qiankun ADS, serta teknologi penggerak listrik. JAC Motors akan menangani rekayasa kendaraan dan proses produksi melalui fasilitas Maextro di Hefei, China.

Sementara itu, Maserati tetap membawa identitas desain khas Italia, pengalaman sebagai merek mobil mewah, serta jaringan penjualan internasional. Untuk pasar China, kendaraan hasil kerja sama tersebut direncanakan menggunakan merek Maextro. Sementara di pasar internasional, mobil akan tetap menggunakan logo Maserati. Strategi dua merek ini memungkinkan teknologi dan produksi China dipadukan dengan identitas Maserati.

2. Produksi China, sentuhan akhir di Italia

ilustrasi pabrik mobil (IDN Times/Dwi Agustiar)

Untuk menekan biaya produksi, Maserati dikabarkan mempertimbangkan skema Semi Knocked Down (SKD). Dalam skema ini, struktur bodi kendaraan yang belum dicat atau body-in-white diproduksi di fasilitas JAC di Hefei, China. Komponen tersebut kemudian dikirim ke Italia untuk menjalani tahap akhir produksi.

Tahap akhir tersebut mencakup pemasangan interior mewah dan penyetelan sasis. Maserati juga disebut tetap memiliki kendali besar atas distribusi internasional. Beberapa pasar awal yang menjadi sasaran antara lain Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman. Strategi ini sekaligus berpotensi meningkatkan pemanfaatan fasilitas Maserati di Cassino dan Modena.

3. Strategi baru di tengah penurunan penjualan

ilustrasi pabrik mobil (freepik.com/usertrmk)

Kerja sama tersebut datang ketika Maserati menghadapi tekanan besar dalam penjualan dan keuangan. Pada 2025, pengiriman global Maserati turun di bawah 8.000 unit, atau lebih dari 80 persen di bawah puncaknya pada 2017. Pada tahun yang sama, Maserati juga mencatat kerugian operasional yang disesuaikan sebesar 198 juta euro dengan margin operasional negatif 27,3 persen. (CarNewsChina.com)

CEO Stellantis Antonio Filosa sebelumnya menyebut perlunya mitra industri untuk membantu menjaga masa depan Maserati tanpa harus menjual merek tersebut. Kolaborasi dengan Huawei dan JAC diharapkan bisa memperkuat teknologi, pengembangan kendaraan listrik, serta kemampuan manufaktur. Namun, hingga laporan terbaru, rencana ini masih berdasarkan laporan dan sumber industri, sehingga belum seluruh detail kerja samanya menjadi kesepakatan komersial final. (reuters.com)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article