Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pabrik VinFast di Subang Siap Produksi 350 Ribu Mobil Listrik
Produksi VinFast VF3 (IDN Times/Fadhliansyah)
  • Pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat, mulai beroperasi bertahap pada pertengahan Desember 2025 dengan investasi awal US$300 juta dan kapasitas yang ditargetkan naik hingga 350.000 unit per tahun.

  • Fasilitas seluas 171 hektare ini akan memproduksi sejumlah model kendaraan listrik, sekaligus diproyeksikan menjadi basis ekspor mobil setir kanan ke pasar regional.

  • VinFast menargetkan TKDN 80 persen mulai 2030 melalui Supplier Park lokal; saat kapasitas penuh, pabrik diperkirakan menyerap 5.000–15.000 pekerja langsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
pertengahan Desember 2025

Pabrik VinFast di Subang mulai beroperasi secara bertahap sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan listrik setir kanan.

2026

VinFast menargetkan tingkat komponen dalam negeri mencapai lebih dari 40 persen.

2029

Target tingkat komponen dalam negeri ditingkatkan menjadi 60 persen.

mulai 2030

VinFast menargetkan tingkat komponen dalam negeri mencapai 80 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    VinFast menyiapkan pabrik kendaraan listrik di Subang dengan kapasitas produksi bertahap dari 50.000 unit hingga 350.000 unit per tahun, termasuk untuk pasar ekspor kendaraan setir kanan.
  • Who?
    VinFast membangun dan akan mengoperasikan fasilitas tersebut, dengan pemasok komponen lokal, IKM, serta tenaga kerja di Jawa Barat berpotensi terlibat dalam rantai pasok dan produksi.
  • Where?
    Fasilitas manufaktur berada di Subang, Jawa Barat, di atas lahan seluas 171 hektare.
  • When?
    Operasi pabrik dijadwalkan dimulai secara bertahap pada pertengahan Desember 2025. Target TKDN lebih dari 40 persen pada 2026 dan 80 persen mulai 2030.
  • Why?
    Pabrik dikembangkan untuk memperluas produksi kendaraan listrik, menjadi basis ekspor setir kanan, meningkatkan penggunaan komponen domestik, serta memperkuat rantai pasok otomotif Indonesia.
  • How?
    VinFast menginvestasikan US$300 juta pada tahap pertama dari komitmen lebih dari US$1 miliar, membangun Supplier Park, serta menjalankan pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, dan pengendalian kualitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
VinFast sedang membuat pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini mulai bekerja sedikit demi sedikit pada Desember 2025. Nanti pabrik bisa membuat sampai 350 ribu mobil setahun untuk dijual juga ke negara lain. VinFast ingin banyak memakai bagian mobil dari Indonesia dan bisa memberi kerja untuk banyak orang.VinFast sedang membangun pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Pabrik ini mulai bekerja sedikit demi sedikit pada Desember 2025. Nanti pabrik bisa membuat sampai 350 ribu mobil tiap tahun dan mengirimnya ke negara lain. VinFast juga ingin memakai banyak bagian mobil dari Indonesia dan memberi kerja untuk banyak orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengembangan pabrik VinFast di Subang menggambarkan peluang penguatan ekosistem kendaraan listrik melalui kapasitas produksi bertahap, integrasi pemasok lokal, dan penyerapan tenaga kerja. Target TKDN hingga 80 persen, Supplier Park, serta proses manufaktur yang lengkap membuka ruang bagi industri komponen dan tenaga kerja untuk meningkatkan kemampuan sesuai standar otomotif global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia berpeluang memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik global melalui pengembangan pabrik VinFast di Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai basis produksi sekaligus pusat ekspor kendaraan listrik setir kanan ke sejumlah pasar regional.

Pabrik yang mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Desember 2025 itu menjadi bagian dari investasi jangka panjang VinFast di Indonesia.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, fasilitas ini diharapkan memperkuat rantai pasok lokal, mendorong keterlibatan industri komponen dalam negeri, serta membuka peluang kerja baru.

1. Pabrik VinFast di Subang dibangun dengan investasi besar

Melihat proses produksi mobil VinFast (IDN Times/Fadhliansyah)

Pabrik VinFast di Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare. Pada tahap pertama, perusahaan menggelontorkan investasi sebesar 300 juta dolar AS dari total komitmen investasi yang direncanakan melebihi 1 miliar dolar AS.

Fasilitas tersebut menjadi pabrik kendaraan listrik global keempat VinFast sekaligus yang pertama di Asia Tenggara di luar Vietnam.

Pada tahap awal, kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit per tahun dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga 350.000 unit per tahun.

Sejumlah model yang disiapkan untuk diproduksi mencakup city car VF 3 dan VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, serta kendaraan komersial Limo Green dan MPV VF 7 sebagaimana tercantum dalam siaran pers.

Pengembangan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif regional. Pabrik Subang juga diproyeksikan menjadi basis ekspor kendaraan listrik ke negara-negara yang menggunakan sistem setir kanan.

2. VinFast targetkan TKDN 80 persen pada 2030

Pabrik VinFast di Subang punya luas 171 hektare (VinFast)

Selain meningkatkan kapasitas produksi, VinFast menargetkan peningkatan penggunaan komponen dalam negeri atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Targetnya, TKDN mencapai lebih dari 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada 2029, kemudian mencapai 80 persen mulai 2030.

Untuk mendukung target tersebut, VinFast menyiapkan Supplier Park di kawasan manufaktur Subang. Area ini dirancang untuk mengintegrasikan pemasok komponen otomotif lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), ke dalam rantai pasok perusahaan.

Fasilitas manufaktur VinFast mencakup proses pengelasan bodi, pengecatan, perakitan akhir, hingga pengendalian kualitas. Keterlibatan pemasok domestik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi dan membantu industri komponen lokal memenuhi standar otomotif global.

Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mengefisienkan biaya logistik.

Bagi konsumen, rantai pasok lokal yang lebih kuat diharapkan mendukung ketersediaan suku cadang serta mempermudah perawatan dan perbaikan kendaraan.

3. Pabrik VinFast berpotensi menyerap hingga 15 ribu pekerja

Seremoni peresmian pabrik VinFast di Subang (VinFast)

Pengembangan pabrik VinFast di Subang diproyeksikan memberikan dampak ekonomi bagi Jawa Barat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan industri pendukung.

Ketika beroperasi pada kapasitas penuh, fasilitas tersebut diperkirakan menyerap 5.000 hingga 15.000 tenaga kerja langsung. Selain itu, ribuan peluang kerja tidak langsung berpotensi muncul di sektor logistik, jasa, serta industri komponen pendukung.

Investasi manufaktur ini juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam bidang manufaktur serta rekayasa otomotif.

Dengan demikian, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan jumlah kendaraan yang diproduksi, tetapi juga peningkatan kemampuan industri lokal.

Pengembangan pabrik, peningkatan TKDN, dan integrasi pemasok domestik menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Jika target tersebut terealisasi, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah industri otomotif sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok kendaraan listrik regional dan global.

Curated For You

Editorial Team

Related Article