Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Pemicu Kerusakan Mobil yang Terlihat Remeh, tapi Berbahaya

5 Pemicu Kerusakan Mobil yang Terlihat Remeh, tapi Berbahaya
ilustrasi periksa kondisi mobil (unsplash.com/RKTW extend)
Intinya Sih
  • Kebiasaan kecil seperti lupa cek tekanan ban, berkendara agresif, dan jarang servis rutin bisa mempercepat kerusakan mobil tanpa disadari.
  • Ban kurang atau berlebih angin, serta muatan berlebihan, membuat suspensi dan komponen lain cepat aus serta meningkatkan risiko kecelakaan.
  • Pengecekan rutin dan penggantian ban setiap 5–6 tahun penting untuk menjaga performa, keamanan, dan umur panjang kendaraan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kerusakan pada mobil sering kali bermula dari kebiasaan sepele yang dilakukan pengemudi setiap hari. Masalah besar pada kendaraan jarang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab. Kebiasaan kecil yang berulang justru menjadi pemicu utama kerusakan.

Mobil tidak cepat rusak karena satu kesalahan besar saja. Kerusakan biasanya terjadi akibat tumpukan kebiasaan buruk yang dilakukan terus-menerus oleh kamu. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut akan memperpendek usia pakai komponen mobil.

1. Tidak memeriksa tekanan ban

ilustrasi periksa kondisi ban mobil
ilustrasi periksa kondisi ban mobil (unsplash.com/Deniz Demirci)

Menjaga tekanan angin ban secara rutin sering terlupakan oleh banyak pengemudi. Ban yang kurang angin memaksa sisi ban bekerja ekstra, sehingga tapak cepat aus dan panas ban meningkat. Akibatnya, risiko munculnya benjolan, retak, sampai ban pecah di jalan menjadi lebih tinggi.

Jika tekanan ban justru berlebihan, dampaknya juga tidak kalah buruk untuk mobil kamu. Permukaan tengah ban akan terkikis lebih cepat dan cengkeraman berkurang saat hujan. Lama-kelamaan kebiasaan ini merusak ban sekaligus membuat suspensi cepat lemah.

2. Berkendara dengan agresif

ilustrasi menyetir mobil
ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Michael Odelberth)

Berkendara kasar seperti rem mendadak, akselerasi kuat, dan menikung cepat merusak mobil secara diam-diam. Kebiasaan itu membebani rem, transmisi, mesin, dan ban kamu berlebihan. Akibatnya komponen cepat aus dan usia pakai berkurang.

Kendarai mobil lebih halus dengan antisipasi lalu lintas, engine braking di turunan, serta jaga jarak aman. Cara ini menurunkan risiko kecelakaan. Komponen mobil kamu pun jadi lebih awet dan biaya perawatan lebih ringan.

3. Tidak melakukan servis rutin

ilustrasi bengkel mobil
ilustrasi bengkel mobil (unsplash.com/Mehmet Talha Onuk)

Banyak pemilik mobil baru datang ke bengkel setelah ada gejala kerusakan yang terasa. Padahal perawatan berkala adalah cara paling efektif untuk menjaga kendaraan kamu tetap awet. Pemeriksaan rutin membuat masalah kecil bisa segera ditangani sebelum membesar.

Teknisi saat servis berkala akan mengecek kondisi oli, filter, dan cairan rem secara detail. Kebocoran, kotoran, atau volume cairan yang menurun dapat terdeteksi lebih dini. Tindakan ini membuat kinerja mobil kamu stabil dan risiko kerusakan besar jadi lebih rendah.

4. Menaruh banyak muatan

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (unsplash.com/Iris Yan)

Mengangkut muatan melebihi batas resmi membuat suspensi, rem, ban, dan rangka mobil bekerja di luar kemampuannya. Beban berlebih menyebabkan ban aus tidak merata, peredam kejut cepat lemah, serta pemakaian bahan bakar kamu jadi lebih boros. Lama-kelamaan struktur kendaraan bisa mengalami kerusakan permanen.

Kebiasaan ini umumnya terjadi saat membawa barang liburan dalam jumlah banyak. Periksa kapasitas muatan maksimum yang dicantumkan pabrikan pada stiker pintu. Atur distribusi barang secara merata dan hindari kelebihan beban supaya ban serta komponen mobil tidak cepat rusak.

5. Menggunakan ban yang sudah tua

ilustrasi ban mobil
ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Ondrej Trnak)

Kontak langsung antara mobil dan jalan hanya terjadi melalui ban. Ban yang menua atau telah tipis, sekalipun alurnya masih terlihat, kehilangan kemampuan traksi dengan cepat. Karet yang mengeras seiring waktu membuat pengereman kamu menjadi lebih panjang dan risiko aquaplaning meningkat saat hujan deras.

Lakukan pengecekan kedalaman tapak ban secara rutin sebagai langkah pencegahan. Ban sebaiknya diganti setelah 5–6 tahun dipakai, terlepas dari sisa ketebalan motifnya. Gunakan ban berteknologi modern agar performa serta keamanan berkendara kamu tetap terjaga.

Perawatan berkala membantu kamu mendeteksi masalah kecil sebelum menjadi kerusakan besar pada mobil. Hindari membawa muatan melebihi kapasitas agar suspensi, rem, ban, dan rangka tidak cepat aus. Ganti ban setiap 5–6 tahun dan periksa tapaknya rutin supaya cengkeraman serta keamanan berkendara kamu tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More