ilustrasi mobil listrik (pexels.com/Hyundai Motor Group)
Konflik geopolitik memang bisa menjadi salah satu alasan mempertimbangkan EV, tetapi bukan berarti semua orang harus langsung beralih. Infrastruktur pengisian daya, harga kendaraan, akses listrik di rumah, kebutuhan perjalanan, dan jarak tempuh tetap perlu diperhatikan sebelum membeli.
Selain itu, mobil listrik juga tidak sepenuhnya terlepas dari energi fosil. Listrik yang digunakan untuk mengisi baterai dapat berasal dari berbagai sumber pembangkit, termasuk pembangkit yang menggunakan batu bara atau bahan bakar fosil. Karena itu, manfaat EV perlu dilihat secara lebih menyeluruh.
Pada akhirnya, ketidakstabilan harga minyak dapat menjadi momentum untuk mempertimbangkan alternatif energi dalam transportasi. EV menawarkan salah satu pilihan menarik karena tidak bergantung langsung pada BBM. Namun, keputusan berpindah kendaraan sebaiknya tetap didasarkan pada kebutuhan, biaya kepemilikan, dan ketersediaan infrastruktur, bukan semata-mata karena harga bensin sedang bergejolak.