Kehadiran mobil listrik di jalan raya saat ini menawarkan berbagai kelebihan yang sangat memikat, mulai dari efisiensi energi, keramahan lingkungan, hingga kabin yang sangat senyap tanpa getaran mesin. Namun, di balik segala kecanggihan kenyamanan tersebut, banyak penumpang yang justru mengeluhkan gejala mual, pusing, dan keringat dingin yang muncul jauh lebih cepat dibandingkan saat mereka menaiki mobil berbahan bakar bensin konvensional.
Fenomena mabuk perjalanan di dalam mobil bertenaga baterai ini ternyata bukanlah sekadar sugesti atau masalah psikologis dari penumpang yang belum terbiasa belaka. Secara ilmiah, terdapat penjelasan biologis yang sangat mendalam mengenai interaksi antara teknologi biomekanika kendaraan modern tersebut dengan sistem sensorik keseimbangan tubuh manusia yang sangat sensitif terhadap perubahan arah gerakan.
