Ternyata Ini Penyebab Rem Mobil Berdecit Saat Hujan

- Suara rem berdecit saat hujan umumnya disebabkan lapisan uap air dan oksidasi tipis pada piringan cakram yang menimbulkan gesekan sementara hingga permukaan kembali bersih.
- Kotoran, pasir, dan lumpur dari jalan basah dapat masuk ke sela kampas rem, menyebabkan bunyi melengking serta potensi goresan permanen bila tidak segera dibersihkan.
- Perubahan suhu ekstrem dan penggunaan kampas rem berkualitas rendah memperparah suara decitan karena material mengeras dan kurang mampu meredam getaran saat kondisi basah.
Suara decitan tajam dari arah roda saat menginjak pedal rem di tengah guyuran hujan sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi para pengemudi. Fenomena ini tidak hanya mengganggu kenyamanan telinga, tetapi juga sering dianggap sebagai sinyal adanya kerusakan serius pada sistem penghenti laju kendaraan.
Padahal, dalam banyak kasus, bunyi tersebut merupakan reaksi fisik yang wajar akibat interaksi antara material rem dengan kelembapan udara yang tinggi. Namun, memahami perbedaan antara bunyi yang normal dan tanda bahaya sangat penting untuk memastikan keselamatan berkendara di jalanan yang licin dan berbahaya.
1. Penumpukan uap air dan oksidasi pada piringan cakram

Penyebab paling utama dari suara berdecit saat hujan adalah adanya lapisan tipis uap air yang terperangkap di antara kampas rem dan piringan cakram (rotor). Saat mobil diparkir dalam kondisi basah atau menerjang genangan, air akan menempel pada permukaan logam piringan cakram yang panas. Hal ini memicu proses oksidasi instan yang menghasilkan lapisan karat tipis atau "embun karat" pada permukaan cakram.
Ketika rem diinjak untuk pertama kalinya, kampas rem akan bergesekan dengan lapisan karat tipis tersebut, sehingga menimbulkan suara decitan atau gesekan kasar. Biasanya, suara ini akan menghilang dengan sendirinya setelah pedal rem diinjak beberapa kali, karena suhu panas yang dihasilkan dari gesekan akan menguapkan air dan mengikis lapisan oksidasi tersebut hingga permukaan cakram kembali bersih dan halus.
2. Akumulasi kotoran dan lumpur jalanan yang masuk ke sela rem

Air hujan yang mengalir di jalanan tidak pernah murni; air tersebut membawa partikel debu, pasir halus, hingga residu oli dari aspal. Saat berkendara dalam cuaca buruk, cipratan air dari roda dapat membawa partikel kotoran ini masuk ke dalam celah sempit antara kampas rem dan piringan. Butiran pasir halus yang terjepit ini bertindak sebagai benda asing yang mengganggu kelancaran gesekan, sehingga menghasilkan suara melengking yang konsisten.
Kotoran yang terjebak ini jika dibiarkan dapat mengakibatkan piringan cakram tergores secara permanen. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menyemprot area roda dengan air bertekanan setelah melewati area banjir atau jalanan yang sangat berlumpur. Pembersihan ini bertujuan untuk merontokkan sisa-sisa pasir yang menempel sebelum partikel tersebut mengeras dan merusak material kampas rem yang bersifat lebih lunak dibandingkan logam cakram.
3. Penurunan suhu ekstrem dan material kampas rem berkualitas rendah

Faktor material juga memegang peranan penting dalam munculnya suara berdecit. Saat hujan, suhu pada perangkat pengereman akan turun secara mendadak akibat terkena air dingin. Perubahan suhu yang drastis ini dapat menyebabkan material kampas rem sedikit mengeras atau mengalami perubahan sifat koefisien gesek untuk sementara waktu. Jika kampas rem yang digunakan berkualitas rendah atau memiliki kandungan logam (semi-metallic) yang terlalu tinggi, suara decitan akan terdengar lebih nyaring.
Kampas rem murah sering kali tidak memiliki lapisan peredam getaran atau anti-squeal shim yang baik, sehingga getaran frekuensi tinggi saat pengereman dalam kondisi basah langsung merambat menjadi suara yang bising. Untuk meminimalisir hal ini, penggunaan komponen orisinal atau produk aftermarket berkualitas tinggi sangat dianjurkan. Komponen yang berkualitas biasanya memiliki parit pembuangan air pada permukaan kampasnya, yang berfungsi untuk membuang cairan dan kotoran lebih cepat agar daya cengkeram tetap optimal meski dalam kondisi cuaca ekstrem.
















