Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tips Aman Berkendara Saat Abu Vulkanik Begitu Pekat
ilustrasi sopir travel (pexels.com/Tobi)
  • Abu vulkanik pekat mengurangi jarak pandang, menutupi aspal, dan berisiko mengganggu mesin serta komponen kendaraan, sehingga pengemudi perlu menyesuaikan cara berkendara.
  • Kurangi kecepatan, perlebar jarak aman, hindari pengereman atau manuver mendadak, nyalakan lampu utama tanpa lampu jauh, serta tutup jendela dan gunakan sirkulasi udara kabin.
  • Jika jarak pandang sangat terbatas, tunda perjalanan dan berhenti di lokasi aman; setelah kondisi membaik, periksa filter, rem, wiper, serta komponen kendaraan yang terpapar abu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Abu dari gunung bisa membuat jalan susah dilihat dan licin. Kalau harus naik mobil, jalannya pelan dan jauh dari mobil depan. Lampu dinyalakan, tapi jangan lampu jauh. Jendela ditutup rapat. Kalau abu sangat tebal, berhenti di tempat aman dan tunggu keadaan membaik. Setelah itu, mobil perlu diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Abu vulkanik pekat dapat membuat kondisi jalan menjadi jauh lebih berbahaya. Jarak pandang berkurang, permukaan aspal tertutup partikel halus, sementara kendaraan juga berisiko mengalami gangguan pada mesin dan komponen lainnya.

Jika perjalanan tidak bisa ditunda, pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan cara berkendara. Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi risiko selama melewati wilayah yang terkena paparan abu vulkanik.

1. Kurangi kecepatan dan jaga jarak

ilustrasi sopir (pexels.com/UHGO)

Jarak pandang yang menurun membuat pengemudi lebih sulit melihat kendaraan, pejalan kaki, marka jalan, maupun berbagai rintangan di depan. Karena itu, kecepatan sebaiknya dikurangi agar tersedia waktu lebih panjang untuk bereaksi terhadap kondisi yang muncul secara tiba-tiba.

Jarak aman dengan kendaraan di depan juga perlu diperbesar. Abu yang menutupi permukaan jalan dapat membuat kondisi aspal sulit diperkirakan, terutama ketika bercampur dengan air hujan. Hindari pengereman atau manuver mendadak karena traksi ban mungkin tidak sebaik ketika jalan berada dalam kondisi normal.

2. Nyalakan lampu dan tutup jendela

ilustrasi jendela mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketika abu vulkanik membuat pandangan menjadi berkabut, lampu utama dapat membantu kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Namun, penggunaan lampu jauh sebaiknya dihindari karena pantulan partikel abu di udara justru dapat membuat pandangan pengemudi semakin terganggu.

Jendela mobil sebaiknya tetap tertutup rapat selama melewati kawasan yang dipenuhi abu. Sistem AC dapat diatur menggunakan mode sirkulasi udara dalam untuk mengurangi masuknya udara dari luar. Cara ini juga membantu mengurangi jumlah abu yang masuk ke kabin dan menempel pada interior.

3. Hindari perjalanan jika kondisi terlalu pekat

ilustrasi tampak depan dari sebuah garasi mobil (unsplash.com/the blowup)

Jika abu vulkanik sudah sangat tebal hingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, keputusan terbaik adalah mencari tempat aman dan menunda perjalanan. Jangan memaksakan diri hanya karena jarak tujuan sudah dekat. Keselamatan jauh lebih penting dibandingkan mempertahankan jadwal perjalanan.

Jika harus berhenti, pilih lokasi yang relatif aman dan tidak berada di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat beratnya timbunan abu. Setelah kondisi membaik, periksa kendaraan sebelum kembali digunakan. Filter udara, filter kabin, rem, wiper, dan komponen lain yang terpapar abu perlu diperhatikan agar kendaraan tetap bekerja dengan baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article