Chief Marketing Officer VinFast Indonesia, Astrid Ariani Wijana, di Indonesia Summit 2026 (Dok. IDN Times)
Nah, sebagai brand, ternyata memanfaatkan algoritma media sosial dan AI juga sangat penting. Hal ini demi mendapatkan poin utama tadi, attention dan interest. Caranya gimana sih? Emang bisa ya? Tentu bisa.
Kalau dulu orang lebih banyak search by Google dan sejenisnya, sekarang berbeda. "Sekarang kita beralih ke AI. Bagaimana caranya sebuah brand bisa juga terbaca sama AI sehingga bisa jadi salah satu brand yang direkomendasikan,,” jelasnya. Untuk itu, Astrid mengatakan penting banget bagi VinFast membangun trust konsumen sebagai pondasi kedepan, sebagai brand otomotif. Caranya gimana?
"Semua ini dibangun dari trust. Trust itu dibangun dari review, pengalaman, dan edukasi. Yang paling penting, VinFast juga memberikan kesempatan bagi konsumen untuk tahu lebih banyak mengenai produk-produknya melalui experience langsung, dengan sering hadir dalam event atau pameran otomotif di tanah air salah satunya.
"Jadi di VinFast kami aktif untuk ikut dalam kegiatan auto show berskala nasional. Semua event pameran otomotif pastinya VinFast selalu hadir. Baik itu IIMS, GIIAS, baik yang diadakan di Jakarta maupun di luar kota.”
Jadi, bisa dibilang ‘rahasia’ VinFast dalam merambah pasar Indonesia adalah dengan membangun awareness berupa attention dan interest para konsumen dan calon konsumen sebagai brand melalui algoritma media sosial, sebelum akhirnya membawa para konsumen tertarik mencoba langsung, baik melalui event otomotif dan sejenisnya. Hingga akhirnya konsumen mulai berpikir “wah menarik nih beli mobil listriknya VinFast”. Kamu termasuk yang terpapar algoritma VinFast?